<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084</id><updated>2011-04-21T10:55:00.506-07:00</updated><category term='Ini'/><title type='text'>KEDAI KOPI</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-6389042418237298328</id><published>2008-10-28T05:15:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T20:05:59.465-07:00</updated><title type='text'>MIMPI YANG TAK DIMIMPIKAN, TETAPI MENJADI KENYATAAN</title><content type='html'>Siapa sebenarnya yang dalam tahun-tahun sebelum Jepang menyerang &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Pearl Harbour&lt;/span&gt; (Desember 1941) dan kemudian melanjutkan serangannya ke Asia Tenggara, khususnya Indonesia (dahulu Nederland Indie) -- kita akan sanggup memproklamasikan dan merampas kemerdekaan kita dari kekuasaan Belanda? Kekuasaan yang dalam berbagai pemberontakan berkali-kali pernah kita coba mematahkannya, tetapi selalu dapat menggagalkan usaha kita. Tiap kali kita kalah, Belanda semakin menancapkan kuku penjajahannya ke dalam tubuh bangsa kita. Juga tatkala Negeri Belanda sudah diduduki Jerman (1940), bangsa kita belum bisa mimpi akan dapat membebaskan diri dari cengkeraman Belanda. Pemerintah Belanda masih begitu kurang ajar, karena merasa dirinya cukup kuat menghadapi "Inlander-inlander", hingga menolak petisi dari pihak Indonesia agar Pemerintah Belanda mengadakan milisi pribumi guna menghadapi kemungkinan penyerbuan oleh musuh dari Utara (Jepang). Milisi yang demikian itu dipandang oleh Pemerintah Hindia Belanda tidak perlu, karena tentara Hindia Belanda KNIL cukup kuat untuk melindungi rakyat Indonesia.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kesombongan mereka harus mereka bayar dengan kekalahan yang hina. Dalam beberapa hari saja, kekuasaan Belanda di Indonesia disapu bersih oleh tentara Jepang yang menyerbu ke kepulauan kita awal Maret 1942. Boleh dikatakan Belanda sama sekali tidak memberi perlawanan, kecuali angkatan lautnya. Berakhirlah kekuasaan Belanda -- &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;bukan karena usaha bangsa kita!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian, setelah kita beberapa tahun dijajah oleh tentara Jepang tanpa diduga-duga sedikit pun, tentara yang disangka tak dapat dikalahkan itu, bertekuk lutut terhadap kekuasaan Sekutu, khususnya kekuatan Amerika Serikat.&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Habislah kekuasaan Jepang -- &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;bukan karena usaha bangsa kita!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penyerahan Jepang terjadi begitu mendadak -- sebagai akibat ledakan dua bom atom, yang tidak ada persediaannya lagi, tetapi tidak diketahui oleh intelejen Jepang -- sehingga angkatan perang Inggris yang ditugaskan menerima penyerahan tentara Jepang di Indonesia tidak dapat segera menjalankan tugasnya. Mereka memerlukan waktu satu setengah bulan untuk mengumpulkan cukup kekuatan guna menerima penyerahan Jepang itu. Pasukan-pasukan Inggris yang pertama mendarat di Jakarta pada tanggal 29 September 1945.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam masa adanya semacam &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;vacuum&lt;/span&gt; kekuasaan itu, yang berada di luar perhitungan kita, kita diberi cukup waktu untuk memproklamirkan kemerdekaan, membentuk pemerintahan yang pertama dan menyusun dan mempersenjatai barisan pertahanan, mula-mula BKR (Barisan Keamanan Rakyat) kemudian namanya diubah menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat) dibantu oleh barisan-barisan pertahanan swasta (milisi) seperti Hisbullah Sabilillah, Barisan Banteng dan sebagainya. Sehingga, tatkala tentara Inggris mulai mendarat di Jakarta dan pelabuhan-pelabuhan lain di Jawa dan Sumatera untuk menerima penyerahan Jepang,  yang berarti maksudnya adalah untuk menyerahkan kembali kekuasaan atas Kepulauan Indonesia kepada Belanda, kita sudah siap untuk menggagalkan niat mereka itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kita dapat mengatakan, kemerdekaan itu telah kita peroleh berkat jasa dan usaha, berkat perjuangan dan pengorbanan bangsa kita sendiri. Itu semua betul. Tetapi, kalau tidak ada yang membuka kesempatan-kesempatan emas kepada kita untuk memperoleh kemenangan seperti yang saya kemukakan di atas, mungkin perlawanan kita terhadap Belanda yang berusaha mengembalikan kekuasaannya atas kepulauan kita dengan segala kekuatan yang ada pada mereka, dapat dihancurkan lagi, seperti sering terjadi di masa sebelum Perang Dunia II.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siapa yang memberi kesempatan-kesempatan emas itu?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dialah Allah,  yang membagi-bagikan rezeki dan menggilirkan kekuasaan antara manusia. Dia-lah yang menyebabkan Jepang mengalahkan Belanda dan Sekutu mengalahkan Jepang, dan Dia-lah yang menahan tentara Inggris lebih dari satu bulan untuk memberi waktu kepada bangsa Indonesia menyiapkan diri melawan Belanda hingga kemenangan tercapai! Dan selama perjuangan, kita selalu memanggil-manggil  nama Tuhan, pekik Allahu Akbar. Dia-lah yang telah berkenan mengabulkan permohonan kita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;Katakanlah: "Wahai Tuhan Pemilik Kekuasaan, Engkau anugerahkan kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau mencabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Dalam tangan-Mu segala kebaikan, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."&lt;/span&gt;  (QS Ali Imran [3]: 26)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-6389042418237298328?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/6389042418237298328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=6389042418237298328&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/6389042418237298328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/6389042418237298328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2008/10/mimpi-yang-tak-dimimpikan-tetapi.html' title='MIMPI YANG TAK DIMIMPIKAN, TETAPI MENJADI KENYATAAN'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-1638765666094947738</id><published>2008-10-22T20:22:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T05:52:51.094-07:00</updated><title type='text'>DIPILIH! DIPILIH! DIPILIH!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SQBzm2z-FtI/AAAAAAAAAIA/uFgxpnkjBUQ/s1600-h/calegjadi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 210px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SQBzm2z-FtI/AAAAAAAAAIA/uFgxpnkjBUQ/s400/calegjadi.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260331476154455762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(85, 26, 139); text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-1638765666094947738?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/1638765666094947738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=1638765666094947738&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/1638765666094947738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/1638765666094947738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2008/10/dipilih-dipilih.html' title='DIPILIH! DIPILIH! DIPILIH!'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SQBzm2z-FtI/AAAAAAAAAIA/uFgxpnkjBUQ/s72-c/calegjadi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-7811389065531340441</id><published>2008-10-21T06:43:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T07:32:05.873-07:00</updated><title type='text'>SISI MENAKJUBKAN DARI SIFAT JIWA</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;oleh: Ibnu Hazm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Orang bijak tidak boleh berpatokan kepada apa yang terlihat ketika seseorang menangis tersedu-sedu meminta belas kasihan, berpura-pura teraniaya, mengeluh, memutarbalikkan dan meratap. Terhadap orang yang berperilaku seperti ini, aku yakin bahwa dialah si zalim yang telah melampaui batas dan melakukan kezaliman yang tak terperikan.  Demikian pula aku pernah dengan orang yang teraniaya berbicara dengan tenang tanpa mengeluh dan hanya memperlihatkan sedikit rasa cemas. Secara sekilas, tanpa harus berlama-lama, Anda dapat membedakannya dari si zalim. Dalam kasus semacam ini, penting untuk memperhatikan fakta, memerangi kecenderungan kita untuk berpihak, bukan kedenderungan terhadap atau berlawanan dengan sikap yang telah kami jelaskan, dan berusahalah untuk tidak memihak kepada siapapun, seperti yang diwajibkan atas kita oleh keadilan.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hal yang mengherankan menyangkut sifat manusia adalah bahwa sikap lalai adalah buruk jika ada kebaikan untuk mengetahui cara memanfaatkannya pada waktu tertentu. Ini hanya dapat dijelaskan oleh fakta bahwa orang yang secara alamiah condong kepada sikap lalai, memanfaatkannya ketika dia harus waspada. Itulah kepandiran dengan ketidakmampuan memahami kenyataan. Sikap lalainya masuk ke dalam kategori kebodohan dan itulah sebabnya ia menjadi buruk. Sebaliknya, jiwa yang secara alamiah bersikap waspada hanya menggunakan kelalaian jika dia tidak harus mempelajari atau meneliti secara mendalam sebuah subjek. Berpura-pura bodoh terhadap sesuatu dalam hal ini berarti memahami kenyataan, menolak bertindak ceroboh, bersikap tenang dan mencegah kejadian buruk. Oleh karena itu, terpujilah mengetahui cara berpura-pura tidak mendengarkan, dan buruklah sikap tidak menaruh kepedulian.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hal serupa berlaku terhadap mengungkapkan rasa takut seseorang atau menutupi kenyataan itu. Penjelasannya adalah bahwa orang yang terusik begitu dia mendapatkan kesulitan adalah buruk, sebab artinya adalah Anda tidak dapat mengendalikan diri dan Anda memperlihatkan emosi yang tidak mempunyai tujuan yang berfaedah. Sesungguhnya hukum Tuhan melarang hal itu; ia menghentikan Anda melakukan hal yang harus dilakukan dan membuat perencanaan yang matang berdasarkan kejadian yang dapat diperkirakan seseorang dan yang mungkin lebih mengerikan daripada keadaan saat ini yang telah menimbulkan rasa takut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kini, karena itu kelirulah memperlihatkan rasa takut Anda, maka lawan katanya adalah baik, yakni, memperlihatkan kesabaran, sebab hal itu berarti Anda dapat mengendalikan diri, Anda dapat memalingkan dari perbuatan yang tidak berfaedah dan kepada perbuatan yang menguntungkan lagi berfaedah, pada saat ini maupun masa depan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedangkan menyembunyikan kesabaran Anda, maka hal itu juga keliru, sebab ia menunjukkan seolah-olah Anda tidak punya perasaan, keras kepala dan tidak punya sifat penyayang. Kesalahan ini hanya terdapat di kalangan orang-orang jahat, kejam dan tidak berprikemanusiaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semua manusia ini sangat buruk. Sebaliknya, sikap menutupi kenyataan bahwa Anda dirundung masalah adalah terpuji sebab ia merupakan tanda kebijaksanaan, keteguhan, kebaikan dan kasih sayang. Oleh karena itu, orang dapat mengatakan bahwa kebahagiaan sejati, bagi seseorang, dalam memiliki jiwa yang sensitif namun raga yang tenang, yakni bahwa baik pada wajah atau sikapnya tidak terdapat tanda bahwa dia tengah dirundung masalah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika seseorang yang penilaiannya lemah mengetahui kerugian apa yang diakibatkan oleh kesalahan perhitungannya sejauh ini, tentu dia akan mencapai keberhasilan di masa depan jika dia menghentikan sikapnya yang terlalu percaya kepada penilaiannya sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga Allah membimbing kita. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-7811389065531340441?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/7811389065531340441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=7811389065531340441&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/7811389065531340441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/7811389065531340441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2008/10/sisi-menakjubkan-dari-sifat-jiwa.html' title='SISI MENAKJUBKAN DARI SIFAT JIWA'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-7416929288134288551</id><published>2008-10-01T21:45:00.000-07:00</published><updated>2008-10-01T21:56:46.536-07:00</updated><title type='text'>IED MUBARAK 1429 H</title><content type='html'>Selamat Idul Fitri&lt;br /&gt;&lt;div&gt;1429 Hijrah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Minal Aidin wal Faidzin&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mohon Maaf  Lahir &amp;amp; Batin&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di hari yang penuh berkah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Fajar cakrawala pun cerah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hati-hati kami ini berserah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cinta pun merekah indah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keampunanmu ya Ilahi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selalu kami mohonkan siang dan malam hari&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cinta-Mu ya Rabbi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selalu kami nanti-nanti sampai mati&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;TAQABALALLAHU MINA WA MINKUM&lt;/div&gt;&lt;div&gt;TAQABALALLAHU YA KARIM.. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-7416929288134288551?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/7416929288134288551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=7416929288134288551&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/7416929288134288551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/7416929288134288551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2008/10/ied-mubarak-1429-h.html' title='IED MUBARAK 1429 H'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-5538625226854803556</id><published>2008-09-22T23:12:00.000-07:00</published><updated>2008-09-24T09:53:26.050-07:00</updated><title type='text'>DEV AMDAND! (BAGIAN KEDUA)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagian kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Persia, Juni 637 M&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perang Qadisiyah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kekuatan Islam: &lt;/span&gt;28.000 orang&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kekuatan Persia: &lt;/span&gt;120.000 orang + Pasukan Gajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera setelah Mughirah r.a. meninggalkan perkemahan orang-orang Persia, Rustam meminta pasukan perangnya bersiap-siap untuk penyerangan esok pagi. Terdapat sebuah kanal antara dua pasukan perang. Ia memerintahkan membangun sebuah jembatan di atasnya. Hari berikutnya pagi-pagi sekali ia menyeberangi kanal dan menyerang kaum muslimin. Ketika kedua pasukan perang telah siap untuk bertempur, Saad bin Abi Waqqash r.a. berkata kepada Rustam melalui sebuah surat, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rustam! Terdapat  orang-orang bersamaku untuk siapa kematian (di jalan Allah) adalah lebih menarik daripada anggur bagi orang-orang dalam pasukan perangmu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya perang pun dimulai di Qadisiyah pada bulan Muharram, 14 H. (Juni, 637 H). Saad r.a. jatuh sakit dan memimpin operasi dari tempat tidurnya. Perang ini berlangsung panas dan bertahan selama tiga hari. Kaum muslimin sekitar 28 ribu sementara pasukan perang Persia 120 ribu. Rustam mempertunjukkan kecakapannya yang luar biasa dalam mengatur pasukannya. Pada hari pertama perang dimulai, di tengah-tengah pekik "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar). Meski kaum muslimin menunjukkan keberanian dan kecakapannya yang luar biasa tetapi gajah-gajah Persia telah merusakkan kavaleri Islam.  Kuda-kuda Arab tidak terlatih untuk bertempur dalam satu peperangan dengan menggunakan gajah. Bagaimanapun, pasukan pemanah dan berkuda muslim bersenjatakan tombak telah menghujani panah dan tombak serta memukul roboh banyak penunggang gajah. Perang berakhir tanpa kedudukan akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari berikutnya pertempuran kembali berakhir tanpa satu kemenangan untuk salah satu dari dua pasukan. Pada hari ketiga kaum muslimin menyelubungkan potongan kain di sekujur tubuh unta mereka untuk menakut-nakuti. Rencana ini telah berjalan dengan sukses. Lebih-lebih lagi sejumlah pasukan pemanah muslim telah berhasil menusuk mata dari gajah-gajah tersebut dan memotong belalai mereka. Gajah yang telah buta itu itu berlari ke arah pasukan perang Persia dan menghancurkan barisan mereka. Pertempuran berlanjut sampai hari keempat. Sekarang gajah-gajah buta tersebut telah mencelakakan orang-orang Persia sendiri. Kemudian beberapa prajurit muslim diantara pemuka suku telah menyerang Rustam dan menghancurkan batalion khusus yang mengelilinginya. Langit-langit terpal Rustam telah tertiup angin ke udara dan dia sendiri mencoba melarikan diri. Ia telah diketemukan oleh kaum muslimin dan telah terbunuh. Melihat panglima mereka telah terbunuh, orang-orang Persia mulai melarikan diri dan menyelamatkan diri masing-masing. Pasukan Islam memenangkan peperangan menentukan ini. Terdapat sekitar enam ribu korban di pihak muslim, sementara di pihak Persia tiga puluh ribu orang terbunuh.&lt;br /&gt;Pertempuran Qadisiyah terbukti menentukan dalam sejarah Islam. Menyusul kemenangan di Qadisiyah, pasukan Islam terus mengejar pasukan Persia. Selanjutnya kaum muslimin merebut Babal dan Kutsah dan kemudian mengepung Bahrah Syer, sebuah benteng pertahanan yang sangat penting dan kuat di daerah pinggiran ibukota Persia, Mada'in (Ctesiphon). Pengepungan berlangsung dua bulan dan akhirnya kaum muslimin merebut benteng pertahanan tersebut. Langkah berikutnya: Menaklukan Mada'in, ibukota Persia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kejatuhan Mada'in (Ctesiphon) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ibukota Persia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Kota Mada'in terletak di tepi sebelah timur Sungai Tigris dan hampir dikelilingi olehnya. Setelah istirahat beberapa bulan, panglima perang Saad bin Ubaidillah r.a. meminta ijin dari khalifah Umar &lt;/span&gt;&lt;span&gt;r.a.  untuk menyerbu ibukota. Ketika pasukan Islam bergerak &lt;/span&gt;&lt;span&gt;maju, orang-orang Persia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;telah menghancurkan jembatan di atas sungai di atas sungai Tigris. Sungai tersebut dalam dan bergolak, tetapi tekad kaum muslimin tidak main-main. Mereka memiliki keyakinan penuh kepada Allah SWT, Pencipta alam semesta. Mengetahui penghancuran jembatan tersebut oleh orang-orang Persia, Sa'ad berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Allah telah membuat jalan di laut merah untuk Musa a.s. dan para pengikutnya. Dia pasti akan menolong kita yang mengikuti Rasul-Nya yang terakhir, Muhammad SAW."&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ia berkonsultasi dengan para jenderal dari angkatan perangnya dan kemudian memerintahkan kaum muslim menyeberang. Pertama dari keseluruhan enam puluh orang penunggang kuda menerjunkan diri mereka ke sungai dan menyeberanginya. Kemudian seluruh pasukan menyeberang sungai seakan-akan berjalan di atas tanah. Melihat pasukan Islam menyeberang sungai, pasukan pemanah Persia menghujani panah atas orang-orang muslim. Sa'ad ra. sebelumnya telah menunjuk enam ratus pasukan pemanah di atas bukit dekat tempat tersebut. Mereka menyerang kaum Persia yang terkejut. Melihat pemandangan yang dahsyat ini, orang-orang Persia berlarian tunggang-langgang  sambil berteriak-teriak  ketakutan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;"DEV AMDAND! ... DEV AMDAND! ... DEV AMDAND!..."&lt;br /&gt;("RAKSASA TELAH DATANG!...  RAKSASA TELAH DATANG!... RAKSASA TELAH DATANG!...")&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Kaisar Yezdagird dan para menterinya sudah melarikan diri dari istana dan ibukota direbut tanpa suatu perlawanan yang berarti. Dengan kemenangan ini, seluruh wilayah antara sungai Eufrat dan sungai Tigris (Irak dan Iran kini) telah berada di bawah kekuasaan kaum muslimin.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span&gt;Benarlah nubuat Rasulullah SAW,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sekelompok kaum muslimin akan merebut istana Putih dari Kaisar Persia."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;Catatan:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan setelah penaklukan Persia ini, dimulailah zaman kegemilangan Islam bertutut-turut dengan penaklukan Syria, Jerusalem, Mesir, Azerbaizan dan Tabaristan (Rusia) hanya dalam tempo tujuh tahun.  Allahu Akbar! &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tammat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;----------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;dev amdad!... dev amdand!... dev amdand!..&lt;br /&gt;kapan kata-kata itu terucap lagi dari musuh kita?&lt;br /&gt;Ijinkanlah Ya Allah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Amin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-5538625226854803556?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/5538625226854803556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=5538625226854803556&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/5538625226854803556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/5538625226854803556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2008/09/dev-amdand-bagian-kedua.html' title='DEV AMDAND! (BAGIAN KEDUA)'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-9018498381392480148</id><published>2008-09-22T15:40:00.000-07:00</published><updated>2008-09-24T09:41:57.510-07:00</updated><title type='text'>DEV AMDAND! (RAKSASA TELAH DATANG!)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagian pertama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHUN 636 M&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;( 4 tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepala Pemerintahan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Islam&lt;/span&gt;: Umar bin Khattab r.a.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daerah Kekuasaan&lt;/span&gt;: jazirah Arabia, Damaskus &amp;amp;  sebagian Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama pemerintahan Abu Bakar r.a., panglima Khalid bin Walid r.a. menduduki sebagian kekaisaran Persia yang dikenal sebagai Kerajaan Hira. Kemudian beliau diperintahkan oleh Abu Bakar r.a. untuk bergabung dengan ekspedisi di Syria. Pada waktu keberangkatannya, khalifah menunjuk Mutsanna bin Harits r.a. sebagai panglima pasukan perang Islam menggantikan Khalid.  Orang-orang Persia menjadi sangat geram atas hilangnya sebagian wilayah kerajaan Hira, dan kaisar mengirim satu pasukan perang yang besar di bawah komando seorang Jenderal yang termasyhur dan amat disegani, Rustam, Panglima Tertinggi Angkatan Perang Persia. Mengingat tekanan semakin meningkat dari orang-orang Persia, Mutsanna meminta Umar r.a. untuk memperkuat pasukannya. Pada waktu itu di Madinah terjadi suksesi dan tengah berlangsung pembaiatan khalifah Umar r.a. Beliau kemudian mengajukan masalah Mutsanna di hadapan kaum muslim, namun pada mulanya tidak mendapat tanggapan. Kemudian Umar r.a. dalam kutbahnya menekankan akan pentingnya jihad, dan sejumlah besar sukarelawan muslim diberangkatkan. Abu Ubaid ats-Tsaqafi telah ditunjuk sebagai komandan angkatan perang Islam yang terdiri dari 5000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perang Namariq&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abu Ubaid telah sampai di sana, suatu pertempuran berlangsung di Namariq dan kaum muslimin telah memenangkannya. Sejumlah jenderal yang terkenal dari tentara Persia Jaban, tangan kanan Rustam, telah terbunuh. Beberapa pertempuran kecil juga berlangsung di Kaskar dan di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perang Jembatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kekalahan pasukan Persia mengejutkan Rustam. Ia kemudian menghimpun satu pasukan perang yang besar untuk menghadapi kaum muslim. Pasukan perang Persia berhadapan dengan muslimin di tepi lain dari Sungai Eufrat di bawah komando Bahman, seorang prajurit Persia yang termashyur. Bahman bertanya kepada Abu Ubaid r.a. apakah orang-orang Persia harus menyeberang ataukah orang-orang muslim. Abu Ubaid terlalu percaya diri dan memilih untuk menyeberangi sungai. Meski demikian, beberapa jenderal muslim seperti Mutsanna tidak ingin menyeberangi sungai dan lebih suka membiarkan orang-orang Persia yang datang. Angkatan perang Islam telah menyeberangi sungai tetapi kalah dalam peperangan tersebut. Abu Ubaid r.a. juga mati syahid. Tongkat komando diambil alih Mutsanna dan memerintahkan untuk membangun kembali jembatan yang telah dihancurkan. Gajah-gajah pasukan perang Persia telah menyebabkan banyak kerugian bagi pasukan perang kaum muslimin. Betapapun Mutsanna hanya dapat menyelamatkan 3000 orang dari 9000 pasukan perang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perang Buwaib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar r.a. terguncang atas kekalahan pasukan Islam. Beliau mengirim pesan-pesan khusus ke berbagai anggota suku dan mendorong umat Islam mempersiapkan diri guna perang suci melawan Persia. Satu bala bantuan besar baru dikirim untuk membantu paukan Mutsanna Dalam pasukan ini sejumlah orang-orang Arab Kristen juga termasuk di dalamnya.&lt;br /&gt;Orang-orang Persia juga telah menghimpun satu pasukan perang yang sangat besar. Pada waktu itu Rustam, Panglima Tertinggi Angkatan Perang Persia, telah menunjuk Mehran Hamdani sebagai komandan pasukan karena ia telah berkeliling Arab dan tahu cara bertempur mereka. Pasukan Islam, di bawah pasukan Mutsanna, bertemu di satu tempat yang bernama Buwaib. Pasukan Islam berjumlah sekitar 20 ribu orang, sementara Pasukan Persia berjumlah sepuluh kali lipatnya, 200 ribu orang pasukan tempur.  Pertwmpuran pun berlangsung demikian sengitnya. pasukan Islam bertempur matia-matian dan setelah suatu pertempuran yang gigih, orang-orang Persia berhasil dikalahkan. Mereka tidak dapat menemukan jalan untuk menyeberangi sungai Eufrat karena jembatan yang telah mereka bangun dihancurkan oleh kaum muslimin. Telah terjadi kekacauan total di dalam angkatan perang Persia. Komandan angkatan perang, Mehran telah terbunuh dalam pertempuran ini dan tidak kurang seratus ribu orang melayang nyawanya di medan perang. Sebagai hasil dari kemenangan in, seluruh bagian Barat kekaisaran Persia (sekarang negara Irak) jatuh ke dalam tangan muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pergantian Penguasa Persia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kekalahan hebat di Buwaib mengguncangkan kekaisaran Persia. Tidak hanya bagi penguasa, tapi juga menimbulkan kegusaran bagi masyarakat setempat. Umat Islam yang selama ini dinilai remeh dan hanya dipandang sebelah mata, kini menjadi kekuatan yang menakutkan. Untuk pertama kalinya mereka menyadari kekuatan Islam. Kerusuhan berskala besar menggoyang istana Persia. Kaisar perempuan yang sedang berkuasa Puran Dukht akhirnya digantikan Kaisar muda berusia 20 tahun, Yezdagird. Kaisar baru ini kemudian membangun kembali kekuatan militer Persia dan memperkuat pertahanan di perbatasan. Terjadi kembali pertempuran-pertempuran sporadis di kantong-kantong Islam yang mengakibatkan kaum muslimin kehilangan lagi beberapa bagian daerah taklukannya.&lt;br /&gt;Umar r.a. menyatakan jihad ke seluruh negeri dan mengumpulkan pasukan dari berbagai penjuru daerah sampai terkumpul angkatan perang yang berjumlah 20 ribu pasukan Islam. Umar sendiri ingin memimpin pasukan perangnya waktu itu, tetapi Majlis Syura tidak menyetujuinya. Nama Saad bin Abi Waqqash r.a. seorang prajurit besar telah diusulkan untuk memimpin pasukan ini. Sepasukan militer ini istimewa, karena di dalamnya termasuk 70 sahabat veteran Perang Badar Al Kubra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Delegasi Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pertempuran pecah, umat Islam berkemah di Qadisiyah. Di sana Saad r.a. mengirim Nu'man r.a sebagai utusan Islam ke istana Persia. Sebuah istana yang bergelimang perhiasan, kemegahan dan kemuliaan duniawi dari orang-orang Persia. Di hadapan kaisar Yezdegird Nu'man  ini berkata dengan lantang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai orang-orang Persia, kami menyeru kalian kepada jalan kedamaian ini, Islam. Jika kalian menerimanya, kalian adalah saudara-saudara kami dan kami akan tinggalkan kitab Allah, Al-Quran, sebagai pembimbing  kalian mengikuti perintah-perintah-Nya. Jika kalian menolak pesan ini, bayarlah jizyah (pajak pertahanan). Pilihan ketiga adalah perang apabila kalian menolak dua tawaran pertama tadi, agar kami bisa melakukan sesuai keinginan kami untuk menyebarkan pesan suci in&lt;/span&gt;i."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaisar Yezdagird amat membanggakan kekuatan angkatan perangnya. Mendengar seruan Nu'man ini, hilang kesabarannya. Ia mengambil sebuah keranjang penuh tanah dan meletakannya di atas kepala utusan Islam itu. Delegasi Islam itu kembali  ke kamp Qadisiyah membawa keranjang tanah sebagai tanda kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaisar Persia mengirim satu pasukan perang yang terdiri dari 100 ribu orang. Pada waktu itu, Rustam sendiri, Panglima Besar Persia yang memimpin pasukan. Rustam pada saat itu telah merasa gentar terhadap kaum muslimin dan ragu-ragu berhadapan dengan mereka. Ia membutuhkan waktu enam bulan untuk mencapai Qadisiyah dari  ibukota Persia, Mada'in (Ctesiphon). Sebelum pertempuran, ia ingin melakukan negosiasi dengan kaum muslimin terlebih dahulu. Delegasi muslim pergi ke kemah Rustam dikepalai Rabi' bin Amir r.a. Di sana berlangsung perdebatan panjang dan tidak ada keputusan diambil.  Rabi' r.a. menyampaikan pesan Islam dan mengajukan tiga syarat yang sama sebagaimana diajukan sebelumnya oleh Nu'man di hadapan kaisar. Pada hari kedua Rustam kembali meminta Sa'ad r.a. untuk mengirimkan delegasi. Saat itu ia mengutus Hudzaifah r.a. yang mengajukan tiga syarat yang sama dan  mengatakan kepada Rustam apabila ia tidak menerimanya dalam waktu tiga hari, pilihan ketiga yakni penggunaan pedang akan tetap dilakukan atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketiga, Rustam lagi-lagi meminta seorang utusan dan saat itu Mughirah bin Syu'bah r.a. yang pergi. Rustam mencoba bernegosiasi berkenaan dengan uang dengan kata-kata:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;"&gt;Aku pikir kalian miskin dan kelaparan. Kami akan memberi Anda demikian banyak harta kekayaan yang cukup untuk seluruh hidup Anda&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal ini, Mugirah r.a. dengan marah menjawab,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Tentu saja kami lapar dan miskin tetapi Allah telah mengirim Rasul-Nya kepada kami karena dari siapa takdir kami berubah dan Allah memelihara kami. Beliau meminta kami untuk menaati hanya satu Allah dan menyebarkan pesan-Nya. Jika Anda mengikuti pesan-Nya (Islam) Anda adalah saudara kami, dan kami tidak akan berperang dengan Anda. Jika tidak, maka biarkan kami menyebarkan kalimah-Nya dan Anda membayar kami jizyah. Sebaliknya, kalau tidak pedang akan memberikan keputusan terakhir.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal ini Rustam geram dan bersumpah untuk membunuh semua orang Muslim segera ketika terbit matahari berikutnya. Mughirah r.a. segera kembali ke kemah Islam  seraya berkata, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;La haula wa la quwata illa billahil Adzim&lt;/span&gt;" (Tiada daya dan upaya kecuali Allah Yang Maha Agung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;bersambung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-9018498381392480148?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/9018498381392480148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=9018498381392480148&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/9018498381392480148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/9018498381392480148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2008/09/dev-amdand-raksasa-telah-datang.html' title='DEV AMDAND! (RAKSASA TELAH DATANG!)'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-1540937166375380996</id><published>2008-09-22T02:31:00.000-07:00</published><updated>2008-09-22T06:04:44.568-07:00</updated><title type='text'>TRAGEDI ZAKAT, TRAGEDI UMAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SNdxHIbV6BI/AAAAAAAAAGQ/Wec_-Sa1Yqg/s1600-h/Tragedi+Zakat1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SNdxHIbV6BI/AAAAAAAAAGQ/Wec_-Sa1Yqg/s400/Tragedi+Zakat1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248788258058790930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masya Allah&lt;/span&gt;... Sebuah antrean demikian panjang yang terdiri kaum lemah papa dan orang miskin seadanya. Pemandangan yang menggetarkan hati nurani dan rasa kemanusiaan.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Subhanallah&lt;/span&gt;... Sekitar Rp.200 juta berupa zakat rencananya akan dibagikan kepada lebih dari 10.000 orang yang berhak menerimanya di pelataran rumah sang muzakki. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Inna lillahi...&lt;/span&gt; Dua puluh satu orang (data resmi pemerintah) kaum dhuafa mati lemas kehabisan napas akibat sesaknya antrean.&lt;br /&gt;Penulis berduka cita sedalam-dalamnya atas tragedi pembagian zakat di Pasuruan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Insya Allah&lt;/span&gt; saudara-saudara kita yang meninggal dalam menunaikan rukun Islam ini tercatat mati dalam keadaan husnul khatimah. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cermin Retak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di saat banyak pemimpin bangsa kita ini banyak bersolek menjelang pesta politik 2009, tragedi ini amat mengganggu pikiran. Bukan karena korbannya, tapi kekhawatiran siapa yang akan dipersalahkan. Tentu pemerintah tidak mau menunjuk hidungnya sendiri bukan? Jadi, tanggung jawab dari peristiwa mematikan ini pasti dan "harus" lebih banyak ditimpakan kepada si &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sohibul bait&lt;/span&gt;, yakni si pemberi zakat.  Seolah-olah pemerintah berucap, "Tuh kan, apa kata saya. Amatiran sih, Lain kali, kalau urusan bagi-bagi duit, serahkanlah kepada pemerintah. Kami kan udah pengalaman di BLT jilid I dan II".  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menepuk air di belanga, terpercik muka sendiri&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Media massa yang meliput kasus ini secara "reality show" dengan mudahnya memelintir opini dan dengan enteng mencampuradukkan fakta dan opini. Untuk sekadar untuk lebih "melezatkan rasa", maka perlulah ditambahkan bumbu-bumbu kisah berbau mistik seolah-olah selama pembagian zakat selama ini selalu makan korban. Objektifkah ini? Peduli setan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The show&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;must go on&lt;/span&gt;..&lt;br /&gt;Ingatlah, media massa yang tahu betul situasi di sana telah berdosa karena mendiamkan suatu kemunkaran tengah terjadi. Bahkan seolah-olah 'kesurupan setan', mereka shoot juga detik-detik menjelang para korban meregang nyawa. Benar-benar tayangan realistik tanpa efek apapaun. Ini baru berita. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sad but true&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hikmah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun ini kesalahan kita semua. Ada sebagian diantara kita yang secara sengaja dan zalimnya menutup-nutupi kebenaran tentang data kemiskinan sehingga membludaknya jumlah penerima zakat menjadi suatu hal yang tidak terduga sebelumnya. Di sisi lain, terdapat pula segelintir elite yang mengambil situasi ini untuk menyalahkan siapapun dan apapun yang berseberangan dengan kepentingan dan ambisi politiknya. Ada lagi sekumpulan makhluk aneh yang mendramatisasikan korban kemiskinan untuk tujuan komersil. Sisanya, dan ini paling banyak adalah seperti kita semua. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ordinary people&lt;/span&gt;. Manusia yang kerjanya berdiam diri dan masa bodoh terhadap kesulitan hidup umat manusia yang lain.  Inilah tanda-tanda impotensi keimanan. Apa betul sudah sampai separah itu? Anda yang tahu jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita mendapat ampunan dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bisawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menunaikan ibadah shiyam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-1540937166375380996?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/1540937166375380996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=1540937166375380996&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/1540937166375380996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/1540937166375380996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2008/09/tragedi-zakat-tragedi-umat.html' title='TRAGEDI ZAKAT, TRAGEDI UMAT'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SNdxHIbV6BI/AAAAAAAAAGQ/Wec_-Sa1Yqg/s72-c/Tragedi+Zakat1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-1344549243303523275</id><published>2008-07-15T08:53:00.000-07:00</published><updated>2008-07-16T06:39:06.211-07:00</updated><title type='text'>KEPADA SAUDARAKU M. NATSIR</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Meskipun bersilang keris di leher&lt;br /&gt;Berkilat pedang di hadapan matamu&lt;br /&gt;Namun yang benar kau sebut juga benar&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Cita Muhammad biarlah lahir&lt;br /&gt;Bongkar apinya sampai bertemu&lt;br /&gt;Hidangkan di atas persada nusa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jibril berdiri sebelah kananmu&lt;br /&gt;Mikail berdiri sebelah kiri&lt;br /&gt;Lindungan Ilahi memberimu tenaga&lt;/blockquote&gt;Suka dan duka kita hadapi&lt;br /&gt;Suaramu wahai Natsir, suara kaum-mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi&lt;br /&gt;Ini berjuta kawan sepaham&lt;br /&gt;Hidup dan mati bersama-sama&lt;br /&gt;Untuk menuntut Ridha Ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            Dan aku pun masukkan&lt;br /&gt;Dalam daftarmu .......!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;(HAMKA&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;* &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:85%;" &gt;Mengenang 100 tahun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allayarham&lt;/span&gt; Mohammad Natsir. Semoga kita  mampu melanjutkan perjuangan beliau. Amin.&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-1344549243303523275?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/1344549243303523275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=1344549243303523275&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/1344549243303523275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/1344549243303523275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2008/07/kepada-saudaraku-m-natsir.html' title='KEPADA SAUDARAKU M. NATSIR'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-8638020001648312508</id><published>2008-06-04T05:49:00.000-07:00</published><updated>2008-06-05T10:21:57.970-07:00</updated><title type='text'>BERSAMA (FPI) KITA BISA...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SEa5M4st48I/AAAAAAAAAEU/QJ4lFaSVebk/s1600-h/fpi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SEa5M4st48I/AAAAAAAAAEU/QJ4lFaSVebk/s320/fpi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208053650130068418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebuah insiden terjadi di Monas antara Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) dan Front Pembela Islam (FPI) . Sedianya AKKBB berniat menggelar acara  memperingati hari lahirnya Pancasila. Tiba-tiba aktivis FPI merangsek dan menyerang kerumunan aksi dengan senjata seadanya. Puluhan orang luka-luka.  Acara pun bubar jalan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Very &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Unnecessary&lt;/span&gt;. I&lt;span style="font-size:100%;"&gt;nsiden itu sebetulnya tidak perlu terjadi jika kedua belah pihak bisa menahan diri. Penulis yakin, tidak ada manusia yang punya selera untuk melakukan pengrusakan, kecuali ia sedang menderita penyakit jiwa. Ini bukan ciri muslim sejati.  Mereka yang suka membuat kerusakan adalah salah satu ciri perbuatan orang munafik. Dan sepanjang pengetahuan penulis, kemunafikan bukanlah corak perjuangan dari FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mari kita telaah lebih lanjut Insiden Monas ini dengan menggunakan Pendekatan Sebab-Akibat.&lt;br /&gt;Acara yang digelar  Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; tentu tidak sekadar silaturahmi biasa.  AKKBB ini adalah koalisi lintas agama dan lintas ideologi yang salah satu aspirasinya adalah menentang pembubaran Ahmadiyah. Dan jika dilihat lokasinya, di Monas, sudah barang tentu ini ada upaya dari aliansi ini untuk semacam 'apel siaga' dan 'penggalangan massa'. Bukankah dari jaman kemerdekaan (d/h Lapangan Ikada) tujuannya aksi di sana memang untuk itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya pribadi tak mengerti, mengapa ada dua massa yang begitu rawan konfrontasi berada di tempat yang sama. Menurut data kepolisian, aksi Forum Umat Islam, FPI dan Laskar Islam saat itu memang akan mengadakan Aksi Demo di Monas (tepatnya setelah acara Harlah Pancasila oleh PDIP). Massa AKKBB sebenarnya mendapat jatah tempat di Bundaran HI, namun massa mereka membandel dan berbelok arah menuju Monas. Terlepas ada atau tidaknya provokasi dari oknum AKKBB, melihat atmosfir seperti ini, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kontak fisik antar dua kubu ini memang sulit dihindari (atau memang ini skenario yang diinginkan?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika akibat bentrok ini menuntut penganganan hukum, maka penangkapan para aktivis FPI adalah resiko pahit yang  harus diterima. Ini merupakan wujud tanggung jawab mereka. Yang menjadi keanehan adalah jika kejadian ini bergeser menjadi isunya dari fokus perhatian kita yang sebenarnya: Pembubaran Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa banyak elemen-elemen dalam masyarakat Islam baik ormas-ormas maupun partai Islam yang amat kecewa dengan pemerintah yang tidak mengambil sikap apa-apa dalam kasus Ahmadiyah. Padahal, MUI sudah mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang belum paham permasalahan ini. Bagi penulis, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;domain&lt;/span&gt; ulama adalah mengeluarkan fatwa mengenai  ajaran agama. Fatwa sudah dikeluarkan. Tinggal menunggu penanganan secara hukum tanpa pandang bulu berupa pembubaran Ahmadiyah.  Ini adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ranahnya&lt;/span&gt; pemerintah. Umat Islam amat mengerti aturan main yang demikian. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak ada tanggapan memuaskan dari pihak istana membuat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;umat Islam risau. Banyak aksi dilakukan. Bahkan, Forum Umat Islam (FUI) mengancam untuk tidak ikut pemilu jika masalah Ahmadiyah masih 'gantung'. Posisi pemerintah cukup tersudut dan defensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah Insiden Monas, keadaan menjadi berbalik. Pemerintah lewat jubir kepresidenan tampak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;alergi&lt;/span&gt; dengan topik soal Ahmadiyah. Seolah-olah kerusuhan itu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sama sekali  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tak ada hubungannya dengan masalah itu. Justru pemerintah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sekonyong-konyong &lt;/span&gt;ganti menuding bahwa sebagian pihak yang ber&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;alasan bahwa ketidaktegasan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;pemerintah soal Ahmadiyah-lah yang menjadi pemicu konflik ini, hanya merupakan pengalihan isu saja terhadap pelaku tindak kekerasan yang melanggar hukum. Kok jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;paranoid&lt;/span&gt; begini? Sesuai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;fitrah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; manusia, jika sedang berbuat kesalahan, secara spontan tabiatnya memang menjadi sering ketakutan, was-was, cepat curiga dan tidak bisa berpikir jernih. Jika benar begitu psikologi pemerintahan saat ini, maka kita masih bisa bersyukur. Minimal pemerintah saat ini sadar bahwa dirinya sedang melakukan kesalahan. Masih ada waktu untuk kembali ke jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang opini mulai bergeser dari pembubaran Ahmadiyah menjadi pembubaran FPI. Kita lihat saja apakah FPI, yang memang sudah terlanjur dibuat kesan brutal, kasar, vandalism dsb - dibubarkan atau tidak (penulis meragukan Esbamyud punya nyali untuk itu). Jika FPI dibubarkan dan pimpinannya diciduk sebagai terpidana, sedangkan Ahmadiyah tetap di 'awang-uwung', maka Esbamyud-Jukal akan berhadapan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;vis-a-vis&lt;/span&gt; dengan umat Islam.  Tetapi,  jika FPI tidak dibubarkan dan Ahmadiyah dibubarkan, maka mereka akan menghadapi kaum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mainstream&lt;/span&gt; pro sekuleris, pluralis,  atau apalah istilah lainnya. Langkah apa yang akan diambil? Tak tahulah. Apapun keputusannya, pasti akan makan waktu lama. Bukan apa2, Sudah hobi sih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Dilihat dari jumlah korban dalam insiden Monas (12 orang yang terluka), mencolok sekali bahwa isu ini sengaja &lt;span style="font-style: italic;"&gt;diblow-up &lt;/span&gt;untuk&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;pengalihan isu dan opini publik. Keterdedahan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;pemberitaan dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Insiden Monas juga tidak berimbang. Opini negatif terhadap FPI sengaja dibentuk mendahului proses penanganan hukum terhadap kasus ini. Muaranya satu: Bubarkan Ah.., eh..  FPI.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Simply as usual&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Takbir..)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Allahu Akbar"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-8638020001648312508?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/8638020001648312508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=8638020001648312508&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/8638020001648312508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/8638020001648312508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2008/06/bersama-fpi-kita-bisa.html' title='BERSAMA (FPI) KITA BISA...'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SEa5M4st48I/AAAAAAAAAEU/QJ4lFaSVebk/s72-c/fpi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-5968213650034171536</id><published>2008-04-02T03:46:00.000-07:00</published><updated>2008-04-03T01:10:10.051-07:00</updated><title type='text'>AGAMA DAN KESUSILAAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/R_NrhgcxFzI/AAAAAAAAAEE/CiBzfiUQY18/s1600-h/2813762-md.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/R_NrhgcxFzI/AAAAAAAAAEE/CiBzfiUQY18/s320/2813762-md.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184605819424020274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(oleh Leopold Weiss) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Apapun juga aturan-aturan khusus dari bermacam-macam agama -- betapapun tinggi atau primitif ajaran-ajarannya, baik yang bertuhan satu, bertuhan banyak, maupun yang mengajarkan alam semesta sebagai tuhan -- inti dalam dari tiap pengalaman keagamaan di segala jaman, di sepanjang lintasan sejarah dan di semua peradaban, ada dua: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, keyakinan batin manusia bahwa semua yang ada dan terjadi di dalam alam ini adalah penjelmaan dari suatu Kekuasaan yang sadar, menciptakan dan meliputi segala sesuatu -- atau dengan perkataan yang lebih sederhana, suatu Kemauan Tuhan (Iradat Ilahi). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, perasaan bahwa seseorang harus, atau sedikitnya patut, menyelaraskan diri dengan Kemauan itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Berdasarkan perasaan dan keyakinan ini sajalah ditegakkan kesanggupan manusia untuk membedakan antara yang baik dan yang jahat. Jika kita tidak menganggap ada suatu Kemauan yang mutlak dan membuat rencana di dalam akar semesta alam ini, tidak akan ada artinya kita menganggap salah satu tujuan dan tindakan kita dapat dikategorikan sebagai benar atau salah, bersusila atau asusila. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Jika tidak ada kepercayaan kepada suatu Kemauan yang merencanakan seperti itu, semua pengertian kita mengenai kesusilaan pasti akan samar-samar dan makin lama makin tunduk kepada kepentingan sendiri: yaitu tunduk kepada soal, apakah suatu tujuan atau tindakan itu berguna atau tidak bagi orang tersebut, atau bagi masyarakat dimana ia hidup. Akibatnya, maka "yang benar" dan "yang salah" hanya menjadi istilah yang relatif, dan dapat ditafsirkan dengan sesuka hati, menurut kebutuhan-kebutuhan individu masyarakatnya, yang pada gilirannya dapat dikutak-katikkan oleh perubahan yang berlangsung terus menerus di dalam lingkungan sosial ekonomi suatu bangsa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Peranan pikiran dan perasaan keagamaan di dalam alam kesusilaan ini memiliki kedudukan yang amat penting, jika kita menyadari bahwa pada masa ini ada kecenderungan kuat memusuhi agama sedemikian hebat. Dimana-mana dan tiap hari kita mendengar kecaman dari kaum cendekiawan, bahwa agama itu tidak lain adalah fosil bekas-bekas peninggalan jaman kebiadaban masa lampau, yang sekarang dianggap sudah tendesak oleh "Jaman Ilmu". Mereka mengatakan, bahwa ilmu akan menggantikan sistem-sistem keagamaan yang sudah usang dan kolot. Ilmu yang berkembang sedemikian megah dan tak tertahankan, akhirnya akan mengajar manusia agar hidup dengan "akal yang murni", dan kemudian menciptakan ukuran-ukuran kesusilaan baru tanpa suatu sanksi metafisik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Optimisme kekanak-kanakan yang berkenaan dengan ilmu ini pada hakekatnya tidaklah modern sama sekali, bahkan sebaliknya terlalu kolot. Sebuah peniruan membabi-buta dari optimisme kekanak-kanakan di dunia Barat dalam abad ke-18 dan ke-19. Selama masa itu (dan terutama dalam bagian kedua dari abad ke-19), banyak ilmuwan Barat percaya rahasia-rahasia alam tidak lama lagi akan dapat mereka buka selubungnya, dan mulai saat itu tidak akan ada yang merintangi manusia untuk mengatur kehidupannya di alam yang terbebas dari kecaman akal yang dimiliki dewa-dewa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Sedangkan pemikir-pemikir pada masa kita sekarang lebih berhati-hati -- jika tidak akan dikatakan sangsi tentang hal ini. Di bawah pengaruh ilmu fisika abad ke-20 yang modern dan dahsyat, mereka kini sampai pada sebuah kesimpulan bahwa ilmu deterministik tidak sanggup mengabulkan harapan-harapan rohaniah yang dibebankan kepadanya kira-kira seratus tahun lalu. Sebab pemikir-pemikir itu telah mengetahui bahwa rahasia-rahasia alam itu bertambah tebal selubungnya dan makin musykil jika penyelidikan kita semakin maju. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Tiap hari menjadi lebih jelas, soal-soal bagaimana terjadinya jagad ini, bagaimana hidup berkembang di dalam alam ini, dan apa yang sebenarnya menjadi gejala-gejala hidup itu sendiri, tidak akan pernah mungkin terjawab dengan semata-mata mempergunakan alat-alat ilmiah. Dan karena itu tidak dapat dijawab pula soal hakekat sebenarnya dan tujuan manusia itu hidup di muka bumi ini. Sampai kita sanggup menjawab pertanyaan terakhir ini, kita tidak dapat -- walaupun mencoba -- menetapkan nilai-nilai moral seperti "yang baik" dan "yang buruk". Ini semata-mata karena istilah semacam itu tidak berarti sama sekali, kecuali jika telah dihubungkan dengan suatu pengetahuan (sejati atau khayalan belaka) tentang hakekat dan tujuan hidup manusia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Hal inilah yang mulai disadari oleh para ilmuwan yang telah tinggi kemajuan pikirannya. Mereka mengerti bahwa mustahil dapat dijawab soal-soal metafisik dengan menggunakan alat fisik saja. Penyelidikan mereka telah membuang jauh harapan kekanak-kanakan dari abad yang lalu, bahwa ilmu akan dapat memberikan petunjuk--petunjuk di bidang etika dan kesusilaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Cendikiawan Barat berpikiran maju ini bukannya tidak mempercayai ilmu. Sebaliknya, mereka meyakini bahwa ilmu akan menyibakkan manusia pada keajaiban--keajaiban yang lebih besar dari ilmu dan pencapaian. Namun, mereka menyadari pula bahwa daya-upaya ilmiah tidak memiliki hubungan langsung dengan kehidupan moral dan rohaniah manusia. Ilmu memang dapat dan telah membimbing kita ke dalam pemahaman yang lebih baik tentang dunia di sekitar kita dan di dalam diri kita. Akan tetapi, karena ia bekerja menyelidiki fakta-fakta di dalam alam, dan menganalisis hukum-hukum yang tampak dan menguasai saling hubungan dari fakta--fakta itu, maka ilmu tidak dapat dituntut memutuskan tentang tujuan hidup yang sanggup memberi kita petunjuk-petunjuk mengenai perilaku sosial yang harus diikuti. Hanya secara tidak langsung -- dengan demikian spekulatif -- ilmu itu dapat mencoba memberi kita Saran secara ilmiah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Celakanya, karena ilmu selalu dalam keadaan berubah-ubah (selalu dapat diubah oleh penemuan fakta-fakta baru dari alam) -- dan akibatnya ia terus-menerus harus dinilai dan ditafsirkan kembali rangkaian fakta yang ditetapkan terdahulu -- maka saran itu diberikan dengan kebimbangan, dipaksa-paksakan, bahkan kadang-kadang amat bertentangan dengan saran yang diberikan sebelumnya. Pendeknya, ilmu itu tidak pernah sanggup menetapkan dengan pasti apa yang harus dan apa yang tidak harus dilakukan oleh manusia agar memperoleh kedamaian dan kebahagiaan. Dengan alasan ini, ilmu tidak dapat (juga tidak sungguh-sungguh mencoba) menanam kesadaran moral di dalam jiwa manusia. Permasalahan etika dan kesusilaan memang tidak terletak di dalam lapangan ilmu. Ia bersemayam seluruhnya di dalam lapangan agama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Hanyalah dengan perantaraan pengalaman keagamaan, kita dapat sampai -- tepat atau keliru -- pada batas-batas nilai moral yang terbebas dari segala -perubahan fana di sekitar kita. Saya katakan, tepat atau keliru, karena dengan memperhatikan semua ajaran-ajaran agama dengan pemikiran yang obyektif, selalu akan terbuka kemungkinan bagi orang untuk keliru menggunakan pangkal dalil metafisik, suatu agama (atau agama apa saja). Sebagai akibatnya, akan menyimpang pula penilaian moral yang disimpulkan dari pangkal dalil itu. Dengan demikian, penerimaan atau penolakan kita terhadap suatu agama, sebagai ikhtiar penghabisan, harus dibimbing oleh akal kita, yang menyatakan kepada kita seberapa jauh suatu agama tertentu dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia yang pokok, baik jasmani maupun rohani. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Perlunya kita mengarahkan segenap kemampuan akal secara tajam berkaitan dengan ajaran-ajaran suatu agama, tidak sedikitpun mengurangi keyakinan dasar bahwa hanya agama saja yang dapat memberikan arti pada hidup kita. Keyakinan ini memperbesar dorongan dalam diri kita untuk menyesuaikan pemikiran dan perilaku diri kita dengan suatu pola dari nilai-nilai moral yang bebas sama sekali dari konstelasi sesaat dari kehidupan perseorangan. Agama dapat memberikan gelanggang yang luas untuk suatu persetujuan diantara kelompok-kelompok besar manusia mengenai apa yang baik (dan karena itu diinginkan) dan apa yang buruk (dan karena itu dihindarkan). Dan masih adakah lagi suatu keraguan, bahwa persetujuan semacam itu adalah syarat mutlak dan pasti untuk membangun ketertiban di dalam hubungan-hubungan manusia? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Ditinjau dari sudut pandang ini, hasrat keagamaan di dalam diri manusia bukanlah suatu taraf yang sekedar lewat di sepanjang sejarah perkembangan jiwanya, melainkan sumber terakhir dari semua pikiran etikanya dan semua pemahamannya tentang kesusilaan. Hasrat keagamaan itu bukanlah hasil dari keserampangan keyakinan primitif, yang akan ditinggalkan apabila sudah meningkat ke masa "pencerahan", melainkan satu-satunya pemuasan bagi kebutuhan manusia yang sejati dan pokok di setiap masa dan di dalam segala lingkungan. Dengan kata lain, ia merupakan insting. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Karena itu, adalah tidak berlebihan jika dikatakan bahwa &lt;i&gt;suatu negara yang didirikan di atas dasar-dasar keagamaan memberikan harapan masa depan yang lebih baik bagi kebahagiaan nasional daripada suatu negara yang ditegakkan di atas pengertian tentang suatu organisme politik yang "sekular"&lt;/i&gt;. Sudah tentu dengan syarat bahwa doktrin keagamaan yang menjadi sendi negara itu, memperhatikan sepenuhnya: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;1. Kebutuhan biologis dan kebutuhan sosial manusia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;2. Hukum evolusi sejarah dan intelektual yang menguasai masyarakat manusia sebagai suatu keseluruhan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Yang pertama dari dua syarat ini dapat dipenuhi hanya jika doktrin keagamaan tersebut mengakui adanya nilai positif, bukan saja dari sifat kerohanian manusia, tetapi juga tabiat biologisnya, sebagaimana pasti dilakukan oleh Islam. Syarat yang kedua dapat dipenuhi jika hukum politik -- yang akan menuntun perilaku masyarakat -- bukan saja konkrit, tetapi juga terbebas dari segala kekakuan, suatu yang kita tuntut bagi hukum politik sesuai ajaran yang termaktub di dalam Al-Quran dan Sunnah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-5968213650034171536?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/5968213650034171536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=5968213650034171536&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/5968213650034171536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/5968213650034171536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2008/04/agama-dan-kesusilaan.html' title='AGAMA DAN KESUSILAAN'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/R_NrhgcxFzI/AAAAAAAAAEE/CiBzfiUQY18/s72-c/2813762-md.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-1339168527090644912</id><published>2008-03-26T08:40:00.000-07:00</published><updated>2008-03-26T10:01:06.650-07:00</updated><title type='text'>RESENSI AAC</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/R-qAOQcxFxI/AAAAAAAAAD0/_FKwa7aKXYg/s1600-h/AAC2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/R-qAOQcxFxI/AAAAAAAAAD0/_FKwa7aKXYg/s320/AAC2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182095303665325842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah menempuh begitu banyak rintangan, akhirnya penulis berhasil juga menyaksikan film Ayat-Ayat Cinta (AAC) di bioskop 21.  Walaupun hanya kebagian di bangku ketiga paling depan. Padahal udah pesan tiket juga loh. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nevermind&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menganggap film ini bagus dalam aspek visual, tapi kurang greget dalam penceritaan dan penokohan.  Kawan saya bilang, "Jauh banget deh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bro&lt;/span&gt; dengan novelnya".  Betulkah begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, secara pribadi saya tidak beranggapan demikian. Penulis menilai Hanung Bramantyo  adalah sutradara yang berpengalaman dan cukup apik menggarap film-film adaptasi dari karya novel (Brownies, Catatan Akhir Sekolah, Jomblo). Mungkin, ini akibat tekanan dan tangan-tangan usil produser yang mau "dengan modal sekecil-kecilnya, dapat untung sebanyak-banyaknya", maka dibikin banyak kompromi. Coret sana dan sini.  Mirip-mirip peristiwa pencoretan tujuh kata dalam Piagam Jakarta pada tanggal 18 Agustus 1945. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gentlement Agreement?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain akting Fedi Nuril yang 'kurang mata, darah dan pesona' (padahal dia adalah sentral cerita), secara umum film ini cukup mewakili novelnya. Memang ada yang sedikit 'macet' di beberapa scene, terutama di saat Fachri dijebloskan di dalam penjara (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;alamak&lt;/span&gt;, ikhwan kita ini. Sabarlah sedikit!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya jika kita membaca kesesuaian antara novel AAC ini dengan versi layar lebarnya. Sebenarnya penulis juga menganggap ada yang 'tidak beres' dengan novelnya ini. Tapi ini sulit sekali dituangkan melalui kata-kata. Namun, ada resensi novel AAC di internet yang saya anggap paling komprehensif dan dapat mewakili 'kemacetan' pikiran saya selama ini. Sebenarnya sudah lama penulis simpan tulisan tersebut (inisalnya: Ferrari). Ijinkan saya mengutip resensi dari beliau. Mudah-mudahan ini amat bermanfaat bagi diri pribadi penulis, Habiburahman Syairozi (soalnya kalo istilah El-Shirazi itukan asalnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kan&lt;/span&gt; dari Persia) dan para calon penulis muda lainnya. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;R E S E N S I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Begini saja. Apa obsesi anda? Kalau anda seorang saintis, mungkin anda berharap sejak kecil anda adalah orang yang jenius dalam banyak ilmu pengetahuan, jauh melampaui teman-teman sebaya anda. Anda sejak kecil hingga sekarang, adalah tempat bertanya semua orang. Anda hafal banyak hal luar kepala, dan mampu menjelaskan apapun, segala hal, dalam paradigma sains. Tentu anda juga ingin ganteng atau cantik, sangat pintar bergaul (meskipun sangat pintar di sekolah), banyak disukai lawan jenis. Lalu juga hangat di pergaulan, dan menjadi panutan orang-orang di kalangan anda. Pada usia dua puluhan anda mulai menghasilkan karya-karya sains besar, dan pada usia empat puluhan anda berhasil meraih hadiah nobel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga ingin kecerdasan dan karya-karya sains yang anda hasilkan membuat anda jadi orang yang sangat kaya, walaupun lahir dari keluarga yang biasa-biasa saja. Tidak lupa, bumbu rumah besar, mobil mewah, dan istri yang luar biasa cantiknya, atau suami yang luar biasa tampannya. Selain itu, sebagai sentuhan tambahan, anda berharap sejak kecil juga bersekolah tambahan pada guru-guru agama kelas satu. Sehingga pada usia SMP anda sudah hafal Al-Qur’an, pada usia SMA anda sudah banyak mengerti persoalan fiqh, hafal hadits, pakar bahasa Arab, juga disela-sela kesibukan masih bisa mengisi waktu luang dengan berdakwah, ceramah, dan mengajar persoalan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkap sudah. Alim, cerdas, jenius, cantik atau ganteng (atau kalaupun tidak, tetap dikejar-kejar lawan jenis). Sangat kaya, juga hafal Qur’an, pakar hadits, terkemuka di komunitas, meraih hadiah nobel, panutan di masyarakat, sekaligus tempat bertanya masyarakat dalam persoalan agama. ketika berumahtangga, kalau bisa sebaiknya penyatuan kedua belah pihak merupakan perpaduan dari kalangan ulama terkemuka dengan kalangan pengusaha ternama. Apa yang kurang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu obsesi seorang saintis, mungkin. Kalau anda seorang pekerja kantoran? Kira-kira sama, hanya dalam bingkai kehidupan kantor. Seorang dosen? Atau ibu rumah tangga? Tidak jauh. Seorang aktivis dakwah? Tidak akan jauh dari itu, tapi tentu dalam bingkai kehidupan seorang aktivis dakwah. Semua ingin hidup sedemikian lancar dan mudah, linear. Makin tambah umur, makin baik saja kehidupan ini. Sedikit banyak, itu obsesi kita semua. Muda bahagia, dewasa kaya, pasangan tergila-gila, dan mati masuk surga, saking alimnya. Kita, atau tepatnya hawa nafsu kita, selalu ber’panjang angan-angan’ seperti itu. Hawa nafsu kita berangan-angan tentang kehidupan ini yang sedemikan indah dan mudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kembali ke novel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama membuka novel AAC, saya cukup terkesan. Lima belas kali cetak ulang, dalam waktu dua tahun saja! Lalu disambung dengan enam halaman (!) berisi sembilan belas kutipan komentar positif maupun pujian dari kalangan tokoh masyarakat dan pembaca. Dan saya mulai membaca Bab I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh utamanya seorang pria usia dua puluhan bernama Fahri, anak seorang penjual tape ketan keliling di kampung, lulusan madrasah yang kebetulan berhasil sekolah S2 sampai ke Mesir. Penyampaian pengarang bagus. Alurnya mengalir lancar dan rapi, dengan diwarnai detil seperlunya, khas pengarang pria yang tidak merasa perlu untuk berkutat terlalu dalam dengan detil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata saya, bab-bab pembuka membangun fondasi cerita dengan baik sekali. Pembaca dibawa mengenal tokoh utama dan mulai mengenal tokoh-tokoh terkait dengan rapi dan mengesankan. Penulis sanggup membuat pembaca ‘hidup’ dalam keseharian sang tokoh dengan rapi dan wajar, tanpa terlalu banyak berkutat di detil. Tidak ada ‘culture shock’ pembaca yang merasa asing ketika masuk ke kehidupan tokoh dalam novel tersebut. Pengarang mampu membuat isi novel tersebut seperti bagian dari kehidupan kita, walaupun dengan setting kehidupan keseharian mahasiswa di Mesir. Ini cukup membuat saya angkat topi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bab-bab selanjutnya, bab-bab pengantar, pembaca dikenalkan dengan tokoh kedua dengan cara yang misterius, sekaligus indah. Sayang, pada bab-bab ini juga saya mulai merasa aneh, walaupun baru sedikit. Secara halus, bab tiga difungsikan untuk menampakkan pada pembaca mengenai kepakaran dan kefaqihan sang tokoh dalam persoalan agama, bahkan orang Mesir yang baru sekali bertemu dalam kereta pun langsung terkesan dengan kepakaran sang mahasiswa muda ini (yang kebetulan merasa perlu untuk menunjukkan kemampuan dirinya dalam kereta umum). Selain menunjukkan kemampuannya berbicara dalam bahasa Arab, Jerman dan Perancis, bab-bab ini juga menggambarkan pada pembaca betapa sang tokoh adalah orang yang dituakan dan disegani di kalangan mahasiswa di kosnya maupun bagi kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir. ‘Alangkah pintarnya diriku’ terasa menjadi esensi bab-bab ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, di sisi yang lain, pembaca dibawa bertemu dengan tokoh kedua dengan cara yang mengesankan. Yang juga mengesankan, pembaca tidak tahu bahwa ada seorang tokoh di bab-bab awal ini yang kelak juga akan menjadi seorang tokoh utama, karena dimunculkan dengan demikian halusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk ke bab-bab pertengahan, walaupun disampaikan dengan halus dan baik sekali, tapi esensi cerita mulai dibumbui dengan taburan serakan kebaikan-kebaikan diri sang tokoh, penggambaran bahwa sang tokoh ternyata adalah ikhwan yang diimpikan, atau obyek obsesi, dari kalangan wanita-wanita ’shalihah’ (kalangan wanita berjilbab, belajar agama, dari latar belakang keluarga kaya atau ulama terkemuka), juga dari wanita Islam Jerman, dan dari wanita ‘ahlul kitab’ (kristen koptik), yang ‘kebetulan’ semuanya digambarkan sebagai wanita yang luar biasa cantiknya. Semuanya jatuh cinta kepadanya, mengirim surat-surat cinta, dan sang tokoh ‘terpaksa’ tidak menanggapinya, dengan mengajukan dalil-dalil persoalan muhrim di Qur’an dan hadits. Esensi bab-bab ini? ‘Alangkah teguh imanku, tiada tergoda’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk ke bab-bab esensi cerita, sebenarnya saya mengharapkan sekali adanya sebuah kejutan yang insightful, yang dalam, yang spiritual, yang bermakna, sesuai label di cover novelnya : ‘Sebuah Novel (Islami) Pembangun Jiwa.’ Apa saya mendapatkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah pada bab-bab inti diawali dengan pernikahan yang keterlaluan beruntungnya. Sesuai tata cara ‘islami’ (dalam tanda kutip), sang tokoh menikah dengan akhwat yang tidak dikenalnya, tapi dipilihkan ustadnya. Tak dinyana, akhwat tersebut luar biasa cantiknya (baru ketahuan karena sebelumnya selalu mengenakan cadar), anak seorang saintis terkemuka sekaligus pengusaha internasional, dan memiliki sebuah apartemen supermewah. Maka pindahlah sang mahasiswa anak tukang tape itu, dari kamar kos kelas mahasiswa ke apartemen paling mewah di Kairo. Dan disana, sebagai istri ’shalihah’ yang berbakti, sang istri membagi segala miliknya untuk suami tercinta (yang digambarkan romantis luar biasa setelah menikah: romantis yang ‘islami’). Termasuk membagi kepemilikan apartemen mewah. Dan si istri, sebagai tanda baktinya, memaksa suaminya menerima satu dari dua kartu ATM milik sang istri yang masing-masing berisi uang puluhan juta dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah ’sekonyong-konyong’ (apa ya kata yang tepat?) seorang anak tukang tape ketan keliling menjadi multi ziliuner (dalam dollar, bukan dalam rupiah), suami pemilik saham banyak hotel dan apartemen mewah yang tersebar di berbagai belahan dunia. Ia pun, untuk bisa mengantar istrinya, mau tidak mau ia pun ‘terpaksa’ harus belajar mengemudikan mobil (mewah). Tidak lupa, supaya tetap hidup sederhana, dari banyak pilihan mobil yang harus dibeli, ia menganjurkan pada istrinya untuk membeli mobil (mewah) yang bekas saja, tidak perlu yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, akhwat-akhwat (cantik) lain yang selama ini terobsesi padanya menjadi sedemikian patah hati, sampai ada yang kehilangan semangat hidup hingga koma. Ada pula yang menghiba untuk dijadikan istri kedua saja. Namun, karena nasihat bijak sang tokoh cerita yang demikian bijaksana, pada akhirnya si akhwat mau juga menikah dengan ikhwan ’sholeh’ lain sambil belajar untuk melupakan dirinya, walaupun akhwat ini menulis dalam surat cintanya, ‘cintaku padamu t’lah terlanjur mendarah daging dan menyumsum dalam diriku, kalau engkau tidak mau berpoligami, maka biarkan aku membawa cintaku ke jalan sunyi, jalan yang ditempuh orang sufi, setia pada yang dicintai sampai mati.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, alur cerita tiba-tiba dibuat dramatis dengan diputar balik secara mendadak. Sang tokoh, karena sesuatu dan lain hal, ternyata harus masuk penjara. Istri cantiknya hampir diperkosa. Dalam penjara ia menjadi kurus kering dan kurang makan, mengalami siksaan keji, dan sebagainya. Lalu cerita dibalik lagi sehingga sang tokoh bebas dengan dramatis, sekaligus membuat saya menghela nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira, jika seandainya kisah jatuh bangun dalam penjara ini digali lebih dalam, mungkin nuansa novel ini berubah. Sayangnya, justru di titik ‘ujian kehidupan’ ini, titik di mana biasanya seseorang mendapatkan hikmah dan rasa butuh akan Allah, titik ketika seseorang menghayati hakikat dirinya sebagai makhluk yang fakir dan butuh kepada Rabb-nya, hanya disajikan sebagai dramatisasi cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya di bab-bab ini saya benar-benar mengharapkan ada sesuatu yang bermakna. Tapi rupanya, dalam kisah selanjutnya, kebebasan sang tokoh dari penjara membuatnya masuk ke sebuah situasi yang sedemikian rupa sehingga si tokoh, mau tidak mau, harus menerima permintaan sang istri cantiknya itu (yang baru saja dinikahinya) untuk menikah lagi dengan wanita yang tak kalah jelita kecantikannya. Menariknya, si istrilah yang dengan menangis harus memaksa suaminya berpoligami, dan si suami terpaksa menerima permintaan istrinya itu dengan menangis juga…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab-bab penutupnya? Saya merasa tidak mendapatkannya. Benar, walaupun yang saya sampaikan di atas bukan akhir cerita, tapi kisahnya terasa terpotong begitu saja, tidak ada bab-bab epilog yang mengantar untuk menutup buku dan mengakhiri cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa insightnya? Justru itulah yang membuat saya menghela nafas seselesainya membaca. Saya merasa tidak memperoleh insight apa-apa. Apa jiwa saya bangun, sesuai tulisan di sampul bukunya, ’sebuah novel pembangun jiwa’? Rasanya tidak. Jiwa saya seperti jadi hampa tertimbun angan-angan : oh, andai saya seperti itu, andai kehidupan senikmat itu, dan sebagainya. Angan-angan baru itu justru cenderung melenyapkan rasa bersyukur saya dengan kehidupan saya yang, walaupun ’segini-gininya’ ini (beli novel aja mikir dulu, bo), Allah sendirilah yang merancang skenario kehidupan saya, dan kehidupan anda, dengan tangan-Nya sendiri, spesifik untuk kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang positif muncul dari dalam diri saya seselesainya membaca : saya semakin rindu kesejatian, dengan makna dan perenungan; dan saya semakin tak suka saja dengan kepalsuan dan atribut tempelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: : : : : : : :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah. Ini bukan sebuah novel yang buruk. Sama sekali bukan. Malah mungkin cenderung mengasyikkan untuk dibaca. Kalau bagi anda sebuah novel yang mengasyikkan adalah sebuah novel yang bagus, maka mungkin novel ini cukup bagus. Tapi mungkin yang saya cari dalam sebuah buku berbeda dengan apa yang anda cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencari proses. Saya lebih suka sebuah ‘kealiman’ ditampilkan dengan latar belakang perjuangan penempaan diri yang mati-matian, daripada kesana-kemari mengutip ayat dan hadits, seakan menjadi sebuah keharusan bagi seorang tokoh yang alim. Saya mencari hikmah kehidupan dalam agama, bukan menyampaikan atribut agama terlalu sering hingga menjadi kehilangan gaungnya. Lebih baik kisah satu hikmah yang diraih dengan mati-matian, diminum dan ditelan dengan perjuangan, daripada ribuan hikmah yang diumbar berserakan tapi sebatas kutipan. Sejujurnya, saya tadinya mengharapkan lebih dari apa yang oleh sebagian orang disebut sebagai ‘novel Islami Indonesia terbaik saat ini.’ Mungkin harapan saya terlalu tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas secara umum? Bagi saya pribadi, just another novel. Doesn’t stand out in crowd. Adakah Tuhan didalamnya? Tidak. Demikian pula tidak ada gambaran seseorang yang berjuang dan jatuh bangun mencari Tuhan dan kesejatian di dalamnya, hanya ada gambaran keseharian seorang ikhwan dan nilai-nilai yang menjadi idealnya. Tapi atribut keagamaan memang berserakan di dalamnya. Novel ini baru melukiskan fenomena kehidupan sang tokoh, tapi belum menyentuh esensi kehidupannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah novel Islami? Wallahu ‘alam. Jika ‘Islam’ berarti ‘berserah diri (pada Allah)’, tidak ada peristiwa keberserahdirian sang tokoh dalam novel ini. Rasanya ia lebih bersandar pada kemampuan dan keunggulan dirinya (yang memang menonjol, atau ditonjolkan), daripada adanya sebuah kisah yang memberikan nuansa pemahaman akan hakikat keberserahdirian. Tidak ada kerinduan dan kebutuhan seorang hamba pada Rabb-nya dalam novel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Worth to buy? Tergantung apa yang anda cari, kalau uang anda pas-pasan saja seperti saya. Kecuali anda punya uang lebih dan punya waktu membacanya, bolehlah. Tapi menurut saya, buku ini masih ‘absolutely worth to borrow.’ Yang belum baca, baca saja, dan perhatikan ‘rasa bacaan’ yang terbentuk dalam diri anda. Yang udah punya? Pinjemin ke yang mau baca. Atau tunggu filmnya, yang sekarang konon sedang dalam masa produksi. Mutu kertas? Kertas di dalamnya berbahan sama dengan kertas koran, bahkan sedikit lebih tipis. Layout? Belum sampai taraf indah, tapi cukup baik dan nyaman di baca. Sayang kertasnya agak tipis dan tembus, apalagi kalau diberi stabilo. Sampul buku? Cukup, walaupun agak terlalu ramai dengan pemuatan komentar endorsement positif pembaca. Back cover? Isinya enam (!) komentar positif pembaca, tidak ada bagian yang menggambarkan isi sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu tulisan ini akan membuat panas banyak orang. Tapi saya tentu boleh berpendapat. Apalagi, saya sudah membeli novelnya (yang asli dan bukan bajakan), dengan harga yang lumayan. Dan saya cukup optimis, jika melihat novel ini, bagi seorang Habiburrahman El-Shirazy masalah konten di novel-novel berikutnya hanyalah masalah waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa novel ini laku keras? Mungkin karena sebagian besar muslim di Indonesia memiliki mimpi yang sama dalam harapan ‘ikhwan/akhwat ideal’, dan melihat ada bagian dari keinginan dirinya yang terwakili oleh novel ini: alim, baik, murid guru-guru agama papan atas, hafal Al-Qur’an, faqih dalam persoalan agama, pintar, disegani dan dituakan, pintar bergaul, lancar tiga bahasa, penuh kata-kata bijak, dirindui banyak lawan jenis, dan super kaya dengan instan. Ideal dalam kacamata ‘agama beratribut duniawi’, tentu saja. Sebuah cara beragama yang sebatas fenomena dan perilaku, belum sampai memicu hadirnya rasa haus akan makna dan esensi. Seperti itukah ‘muslim’ ideal? Bagaimana sebenarnya Allah ‘memandang’ seorang muslim yang ideal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda kebetulan adalah seorang yang suka bermimpi untuk sejenak melupakan persoalan hidup, mungkin novel ini pas buat anda. Tapi kalau anda adalah orang yang suka mencari stimulus perenungan, atau berharap menemukan satu hal bermakna dalam yang bisa menjadi stimulus untuk membuat anda menjadi lebih ingin mengerti Tuhan, mengerti diri, atau mengerti esensi kehidupan lebih dalam lagi –walaupun sejengkal–, agaknya novel ini bukan untuk anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, pertanyaan ini tak henti-hentinya menggelitik saya: kenapa semua tokoh akhwatnya harus berwajah luar biasa cantiknya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-1339168527090644912?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/1339168527090644912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=1339168527090644912&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/1339168527090644912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/1339168527090644912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2008/03/resensi-aac.html' title='RESENSI AAC'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/R-qAOQcxFxI/AAAAAAAAAD0/_FKwa7aKXYg/s72-c/AAC2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-5368467950085375838</id><published>2008-03-24T06:09:00.000-07:00</published><updated>2008-03-25T02:42:58.802-07:00</updated><title type='text'>SINETRON KITA, WAJAH KITA</title><content type='html'>Sinetron Indonesia. Membahas topik yang satu ini layaknya membicarakan tentang cuaca buruk. Kita sering mengeluhkan, mengkhawatirkan dan mengharap-harap keadaan menjadi baik; tapi kita tetap tak bisa merubahnya. Lho, bukankah dagelan politik juga begitu? Benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, biarlah soal hiruk-pikuk politik, huru-hara pilkada dan semacamnya diurus oleh pihak yang berkompeten di bidangnya. Percayakan saja kepada KPU, kalau mereka sudah beres urus tender sana-sini.  Tinggalkan juga soal hukum. Mari kita serahkan pada kejaksaan agung untuk mengusutnya. Mudah-mudahan mereka ada waktu luang di sela-sela bisnis jual beli permata. Atau -- nah, ini yang paling mantap -- serahkanlah urusan negara kita ini pada kepala negara. Pasti Esbamyud mampu memberesinya apabila album kedua beliau telah selesai dirilis. Fokus kita kini hanya satu:  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;s i n e t r o n&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita terpaksa menggunakan topeng kemunafikan. Di satu sisi kita gemar sekali mempergunjingkan aib-aib orang lain (cerai, zina, pengkhianatan cinta, hamil di luar nikah, kekerasan dalam rumah tangga dlsb.) Kita terima ini semua berkat amaliah dari media massa - &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wa bil khusus&lt;/span&gt; tayangan infotainment. Anehnya, kita seringkali mengucapkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;naudzubillah&lt;/span&gt; dan wanti-wanti jangan sampai diri dan keluarga kita yang mengalami musibah dan nasib memalukan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga kadang amat berminat melihat orang lain mengalami kecelakaan, korban penyiksaan brutal, kronologi pembunuhan dan pemerkosaan, orang gantung diri. Dan sekali lagi, sumber informasi yang paling mudah dan murah, kita terima kembali dari tayangan televisi yang berbaju &lt;span style="font-style: italic;"&gt;berita kriminal&lt;/span&gt;. Tapi sebenarnya kita amat khawatir jikalau tindakan kriminal itu masuk dan terjadi dalam rumah kita. (Waspadalah.. waspadalah..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana kalau soal hantu, kuntilanak, pocong, genderuwo yang bertebaran di layar perak kita? Lho, itu kan udah dibahas. Sama saja, banyak nonton film begituan juga bukannya kita tambah berani; malah betul-betul  menjadi  manusia pengecut Indonesia yang seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan sinetron kita?&lt;br /&gt;Tampaknya sinetron banyak juga kemiripannya dengan tayangan-tayangan televisi yang tadi disebutkan. Bedanya adalah, jikalau infotainment dan berita kriminal isi pesannya diangkat dari pendekatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;news (&lt;/span&gt;yang berarti harus aktual, cepat, tajam, dan relatif dapat dipercaya), sedangkan sinetron tidaklah demikian. Ia adalah produk pesan yang sengaja diciptakan, diracik, diberi ramuan-ramuan khusus,  kemudian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bim-salabim!&lt;/span&gt;  Siap dihidangkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diciptakan. Ini berarti sinetron adalah suatu hasil kerja kreatif. Mula-mula, muncul ide yang datang dari salah satu penjuru langit. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yuk, bikin sinetron yuk..&lt;/span&gt;  Ide ini kemudian diracik. Berhasil atau tidaknya sinetron ini akan tergantung pada banyak hubungan dan kerjasama dengan pihak lain. Ada pak sutradara, penulis skenario, penata busana/rias, media massa,  pengiklan, dan jangan lupa juga ada ahli-ahli pembuat rating (primbonnya televisi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ramuannya? Ibarat tukang baso , jawabannya tentu "ini rahasia dagang".  Ia tersembunyi rapat-rapat. Namun, sejatinya ramuan ini adalah tentang pesan-pesan yang ingin disampaikan, nilai-nilai yang ingin ditanamkan dan mental-mental yang ingin dibina. Semuanya itu akan bermuara kepada pemirsa yang dapat menerima tayangan itu dari antena televisinya. Tidak peduli pemirsa itu menonton dari istana negara, menara gading, ataupun dari dalam huma di atas bukit. Tidak masalah apakah penontonnya itu seorang presiden, bergelar profesor doktor atau Ahmad Albar. Demokratis, komunis, massif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali, para pelaku industri sinetron kita menderita penyakit 'lupa kronis'. Mungkin ini akibat begitu ketat dan stressnya persaingan dunia persinetronan. Semboyan mereka "yang penting dagangan gue laku". Ataukah memang selera bos PH-PH ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dari sononya &lt;/span&gt;memang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;begono-gono&lt;/span&gt;? Yang pasti,  akibat lupa tempat berdiri, mereka jadi lupa diri.  Alasan bahwa sinetron yang demikianlah yang diminati pemirsa adalah isapan jempol belaka. Ngga percaya? Coba aja sinetron yang sekarang ini ada di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;prime time&lt;/span&gt; pindah tayang jadi pukul 03.30 atau jam 13.30 WIB. Apakah tetap diminati orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun hasilnya, hidangan harus tetap tersedia di meja. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The show must go on&lt;/span&gt;. Akibatnya, dengan alasan 'kejar tayang', hampir seluruh hidangan sinetron kita berselera 'junk food', dan beraroma 'basi' disertai bau busuk yang menyengat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita bahas temanya,&lt;br /&gt;Ada seorang ibu kandung yang tega menyengsarakan hidup anaknya tercinta. Anehnya lagi, anak lelakinya yang ganteng (dan jangan lupa: kaya) ini IQ-nya benar-benar di bawah garis kemiskinan. Dikibuli berkali-kali oleh makhluk apapun bisa. Ada kisah lain tentang adik kandung yang benci setengah mati sama kakak kandungnya sendiri.  Tema lainnya, perempuan anak miskin (lagi) menjadi pembantu dan tiba-tiba, bak putri salju, mereka disukai pangeran-pangeran tampan dari dalam istana kaca. Kisah lain mengambil tema tentang perjuangan suci seorang perempuan gembel (kata2 ini khas sinetron kita) yang hamil di luar nikah (?).  Ada juga ibu-ibu yang  lagaknya lebih mirip nenek sihir ketimbang manusia. Cerita wanita miskin, lugu, tapi nasibnya amat sangat beruntung mendapat pemuda kaya, tampan,  berani, lembut, setia dan pengertian. Dunia remaja? Full cinta-cintaan, nyosor sana dan sini, bicara kasar dengan orang tua, kurang ajar dengan guru, rebutan pasangan, tampar-tamparan. Coba sekarang kita tengok dunia anak-anak: ada anak kecil yang belajar di kelas sambil menggendong adik bayinya.  Lalu ada anak SD yang bicara begitu 'tua', &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing&lt;/span&gt;,  memberi nasehat kepada bapaknya sendiri. Ada anak ingusan begitu cepat jadi diva cilik, lalu kebanjiran job. Bahkan yang paling aneh, ada 'si Unyil' yang bisa membuat proposal dan berhasil mengajukan penawaran di kantor. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Believe it or not.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Settingnya metropolis: rumah gedongan, perkantoran elit, cafe, wajah-wajah indo, bermobil mewah, hasrat untuk kebendaan, harta warisan dll. Kemiskinan ada juga muncul, tapi hanya sekedar tampilan fisik. Tak ada sempat waktu untuk menggali lebih dalam tentang kehidupan orang miskin. Yang penting cukup tergambar bahwa hidup orang miskin itu susah dan jangan pernah sudi untuk jadi orang miskin. Sebuah perspektif kemiskinan ditinjau dari teropong bintang milik orang-orang yang belum pernah kekurangan uang karena kebetulan dirinya keturunan orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita amati lebih teliti lagi, antara sinetron satu dengan lain amat sering terjadi kemiripan tema. Tidak hanya  tema, antara episiode-episiode tertentu kadang terjadi kemiripan kisah.  Tiba-tiba pemeran utamanya menjadi buta  (diduga penulis skenarionya penggemar film2 Rhoma Irama), tiba-tiba pura-pura lumpuh, atau dengan mudahnya hamil di luar nikah. Semuanya satu nada, seragam dan tanpa kompromi.  Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinetron kita adalah refleksi dari wajah suram kita. Di tengah kepenatan, kesedihan, himpitan kesusahan , hidup tanpa arah dan keputusasaan yang melanda kita dari hari demi hari, waktu demi waktu, detik demi detik; cobalah tengok dan bercermin. Lalu tanyakanlah pada wajah yang ada di hadapan kita: "Inikah wajah kita yang sesungguhnya?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-5368467950085375838?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/5368467950085375838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=5368467950085375838&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/5368467950085375838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/5368467950085375838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2008/03/sinetron-kita-wajah-kita.html' title='SINETRON KITA, WAJAH KITA'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-4033924000008734211</id><published>2008-03-17T05:22:00.000-07:00</published><updated>2008-03-25T02:32:29.516-07:00</updated><title type='text'>SYAIR-SYAIR CINTA</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Meledaknya film Ayat-ayat Cinta (AAC) cukup mencengangkan juga. Sampai saat tulisan ini dibuat, penulis belum sempat menyaksikan film yang diangkat dari novel Habiburahaman El-Shirazi ini. Begitupun demikian, apresiasi masyarakat yang sudah menyaksikan film ini relatif baik. Walaupun, tentu saja, novel dan film tentu dua media yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan niat penulis untuk ikut-ikutan trend, lantas jadi membuat judul Syair-Syair Cinta (SSC). Terus terang, syair-syair ini bukanlah hasil karya pribadi penulis. Bait-bait puitis ini adalah gubahan seorang ulama Islam yang dapat disebut sebagai salah seorang ahli hukum yang paling cemerlang di dalam sejarah kita: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Ibnu Hazm &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;dari Cordova (384 - 456 Hijrah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Hazm, menyukai sesuatu yang indah dan berseminya rasa cinta bukanlah sebuah dosa; bukan pula watak yang terhina. Jiwa dan hati kita sesungguhnya selalu berada dalam genggaman Zat Yang Maha Menggenggam. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Allah tidak pernah memerintahkan hati kita, selain untuk menimbang mana yang benar dan yang salah, kemudian meyakini dan menempuh jalan yang benar sepenuh hati. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Sebagai muslim kita hanya berkewajiban untuk menjaga diri dari sesuatu yang telah diharamkan oleh Allah SWT ketika godaan itu datang menghampiri. Sementara itu, cinta adalah watak alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya Ibnu Hazm di bawah ini cukilan dari kitabnya yang termasyhur:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; Kalung Burung Dara.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; Judul-judul dalam syair-syairnya adalah buatan penulis belaka. Mudah-mudahan hal ini tidak sampai mengurangi keindahan karyanya secara keseluruhan. Selamat menikmati!&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASMARALOKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kunikmati semua pembicaran tentang dirinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Tercium laksana wangi kesturi yang mempesona&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Ketika ia bicara tentang sesuatu, apapun itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Aku bilang, tak pernah kudengar selain darimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Meski seandainya aku sedang bersama sang khalifah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Sungguh ia takkan mampu palingkan aku dari kekasihku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Jika aku harus beranjak pergi darinya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;maka aku selalu menoleh ke arahnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;dan berjalan tanpa arah yang yang pasti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Pandanganku masih padanya ketika tubuh menjauh darinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;bak orang yang berjuang melawan arus yang menenggelamkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Jika kau tantang aku: mungkinkah kau tembus angkasa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Ya! Jawabku, dan aku tahu tangga menuju ke sana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MATA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Tak ada persinggahan bagi mataku selain keindahanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Engkau seperti ungkapan orang tentang indahnya permata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Aku arahkan bola mataku mengikuti arah pandanganmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Aku selalu mengikutimu, bagaikan manis mendekati gula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;BAHASA TUBUH&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat beranjak darimu, aku berjalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;seperti prajurit yang kalah perang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;yang digiring menuju kehancuran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Kedatanganku padamu, bagaikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;rembulan mencumbui matahari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Dan saat aku harus pergi darimu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;layaknya bintang tinggi di angkasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;tetap diam, enggan melangkah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AIR MATA &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Ketika nestapa kesedihan memenjara hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;api membakar hati, air mata mengalir di pipi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Saat lara melanda hati dan menyiksa jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;mungkin kau sembunyikan perasaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;tapi air mata mengalir tak tertahankan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;derasnya air matamu mengalir menandakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;beratnya kesedihan yang kini kau rasakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Putus asa membuncah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;dan air mata pun tumpah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SURAT CINTA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Hari ini terasa berat, kusobek surat darimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Tetapi, itu tak berarti robek pula cinta kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Satu yang kuinginkan, cinta ini tetap abadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Yang utama adalah cinta, bukan goresan tinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Betapa banyak tulisan yang melupakan Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Betapa sering kita lupa dan melalaikan titah-Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Karena jari kita terlalu sering goreskan kata cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BUKANLAH DOSA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Mereka yang tak mengenal cinta mencelamu&lt;br /&gt;Sungguh, cintamu padanya adalah kewajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bilang, cinta telah membuatmu hina&lt;br /&gt;Padahal kau orang yang paling hapal agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukatakan pada mereka, mengapa mencela&lt;br /&gt;Karena ia mencintai dan dicintai kekasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berlagak suci, menyebut cinta sebagai dosa&lt;br /&gt;Bahkan Muhammad pun tak akan mencela pecinta&lt;br /&gt;Dia tak pernah menghina umatnya yang jatuh cinta&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-4033924000008734211?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/4033924000008734211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=4033924000008734211&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/4033924000008734211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/4033924000008734211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2008/03/syair-syair-cinta.html' title='SYAIR-SYAIR CINTA'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-6130423793694847236</id><published>2008-02-28T06:32:00.000-08:00</published><updated>2008-02-28T09:39:04.523-08:00</updated><title type='text'>MARILAH SHALAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;b&gt;... dan kebahagiaanku adalah shalat&lt;/b&gt;. &lt;/span&gt;(Al-Hadits)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/R8bXbV0M9RI/AAAAAAAAADc/ua_fE-d3FVI/s1600-h/muslim_kids_praying.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/R8bXbV0M9RI/AAAAAAAAADc/ua_fE-d3FVI/s320/muslim_kids_praying.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172058086794130706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Shalat&lt;/span&gt;. Lima kali dalam sehari semalam. Jika kita berani jujur dan pandai berhitung, maka 24 jam dari seluruh kegiatan hidup kita sehari-hari,  waktu yang dibutuhkan untuk ibadah ini hanyalah sedikit. Ibadah ini tak perlu begitu banyak menyita waktu. Selain itu, tidaklah terlalu sulit untuk menemukan ruangan yang pas untuk menjalankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, kebanyakan dari kita tetap konsisten untuk mengabaikannya. Walaupun pada akhirnya --  alhamdulillah --  kita mau menjalankannya,  lebih sering kita melakukan ibadah ritual ini dengan penuh rasa keterpaksaan. Mirip tawanan perang usai kalah dalam sebuah pertempuran. Jiwa dan raga kita tak menyatu. Hanya tinggal badan saja, sementara nyawa kita melayang-layang entah kemana. Sedikit saja diantara kita yang menyambut panggilan adzan dengan senyum kemenangan dan diliputi perasaan bahagia yang tiada terkira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari kita yang meninggalkan shalat. Tapi, penulis yakin, walaupun kita sering tinggalkan ibadah ini, tidaklah terbersit dalam dalam benak kita untuk terang-terangan menentang perintah Allah SWT, tak mau mengikuti teladan suci Nabi Muhammad SAW,  apalagi keinginan untuk membenci ajaran agama kita sendiri (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;naudzu bilah min dzalik&lt;/span&gt;).  Umat Islam tetaplah menempatkan ibadah shalat pada posisi yang tinggi, sebagai cermin kesucian diri dan bukti dari kemantapan iman seseorang. Jadi, alasan utama dari umat kita yang meninggalkan shalat hanyalah semata-mata karena kemalasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah amat sulit, dan hampir-hampir tidak mungkin, kita mampu mengungkapkan dengan bahasa amat berjiwa sekalipun, bahwa shalat itu amat bermanfaat bagi orang yang melakukannya secara tertib dan teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan kita akan Kasih Sayang Allah SWT tidaklah akan cukup berpengaruh pada tindak dan laku kita, apabila kita tidak meyakini dari bahwa Allah SWT adalah Maha Mengetahui segala sesuatu, seluruh perbuatan kita sampai yang sekecil-kecilnya, bahkan yang terdetik dalam hati.  Keyakinan akan Kemahasucian Allah tidak akan mengakar dalam jiwa, kecuali jika kita juga meyakini bahwa Allah sangat membenci segala dosa, perbuatan keji, maksiat dan munkar; dan hanyalah dengan kesucian hati dan kebaikan amal kita mampu menghampiri Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah hanya apabila kita dapat mencurahkan rasa hati kepada Pencipta kita, mengungkapkan pujian yang memuncak tinggi dan kerinduan yang membakar jiwa, maka kasih sayang Allah yang tak pernah kering-keringnya itu baru akan berpengaruh pada tindak dan laku kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat bukanlah ibadah ritual yang bertujuan untuk meredakan amarah dewa-dewa yang sedang mangamuk. Bukan juga perintah dari para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;thagut&lt;/span&gt; yang gila hormat. Ia juga bukan pula ingin menjadikan kita bagai seorang pertapa yang melarikan diri dari kebisingan dunia. Shalat bertujuan semata-mata hanyalah untuk kebaikan bagi orang yang mendirikannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah Shalat, Marilah mencapai Kebahagiaan&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Haya Alas Shalah, Haya Alal Falah&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Wallahu a'lam bishawab&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;(sebagian dikutip dari buku  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Marilah Shalat&lt;/span&gt; karya M. Natsir)&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-6130423793694847236?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/6130423793694847236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=6130423793694847236&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/6130423793694847236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/6130423793694847236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2008/02/marilah-shalat.html' title='MARILAH SHALAT'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/R8bXbV0M9RI/AAAAAAAAADc/ua_fE-d3FVI/s72-c/muslim_kids_praying.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-6745072295177827293</id><published>2008-02-05T17:19:00.000-08:00</published><updated>2008-02-06T04:32:50.837-08:00</updated><title type='text'>NASREDDIN THE CLEVER MAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/R6kY14YHFmI/AAAAAAAAADU/ILHGFN_tfsk/s1600-h/ntcm.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163685761702631010" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/R6kY14YHFmI/AAAAAAAAADU/ILHGFN_tfsk/s320/ntcm.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;div&gt;A learned foreign scientist came to Aksehir and said he wanted to challenge the wits of the most knowledgeable person in the city. And of course, the townsfolk called for our Nasreddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When Nasreddin arrived, the scientist drew a circle in the sand with a stick. Nasreddin frowned, took the stick, and divided the circle in two.The scientist then drew another line through the circle that divided it into four equal parts. Nasreddin pretended to gather three parts toward himself and to push the remaining part toward the scientist.&lt;br /&gt;The scientist then raised his arm above his head, and wiggling his extended fingers, he slowly lowered his hand to the ground. Nasreddin did exactly the same thing but in the opposite direction, moving his hand from the ground to a height above his head.And, that completed the scientist's tests, which he explained privately to the city council.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Your Nasreddin is very clever man," he began. "I showed him that the world is round and he confirmed it but indicated that 'it also has an equator'. And when I divided the world into 4 parts, he indicated that it is '3 parts water and 1 part land', which I can't deny. Finally, I asked what is the origin of rain? He answered quite rightly that 'water rises as steam to the sky, makes cloud, and later returns to earth as rain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When they got him alone, the ordinary townsfolk asked the Nasreddin what the challenge was all about? Nasreddin said, "Well, that other fellow first asked, 'Suppose we have this round tray of baklava*? So, I said, 'You can't eat it all by yourself, you know. So, I'll take half'. Then he got a little rude, saying, 'What will you do if I cut it into 4 parts?' That upset me, so I said, 'In that case, I'll take three of the parts and only leave you one!' That softened him up, I think, because then, with the motion of his hand, he said, 'Well, I suppose I could add some pistachio nuts on top of the baklava.' I cooled down too and said, 'That's fine with me, but you'll need to cook it under full flame, because an ash fire just won't be hot enough'. When I said that, he knew I was right, and gave up the game."&lt;br /&gt;________&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#666666;"&gt;*Baklava is a dessert, a sweet pastry which tastes very nice with pistachio nuts.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#666666;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#666666;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#666666;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;=========&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;One day a very brilliant professor visited a town where Nasreddin lived. The professor was very famous throughout the country for his knowledge about many things. Not like other citizens, Nasreddin doubted him and wanted to test him.&lt;br /&gt;He met a professor and said, "Professor, I want to ask you a question."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Go ahead," answered the professor.&lt;br /&gt;"We have to make deal first. If you cannot answer my question, you have to pay me 10 coins. Then you can ask me a question. If I cannot answer your question, I will pay you one coin," explained Nasreddin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;The professor said quickly,"It's not fair!"&lt;br /&gt;"Yes, it's quiet fair because you are highly educated and know much of everything. While I am not educated and not a professor," said Nasreddin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;The professor thought for a while and finally he agreed.&lt;br /&gt;Nasreddin smiled and said, "What do you call an animal that has three legs?"&lt;br /&gt;The professor thought for quiet long time while his his right hand was rubbig his bald forehead. At last he quitted, "I don't know. I quit, Nasreddin".&lt;br /&gt;He gave Nasreddin 10 coins. Then he asked Nasreddin the same question, "Now it's my turn. Nasreddin, what do you call an animal that has three legs?"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"I don't know either, Professor," answered Nasreddin quickly, handing one coin to the professor. He put the rest into his pocket and went away.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-6745072295177827293?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/6745072295177827293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=6745072295177827293&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/6745072295177827293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/6745072295177827293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2008/02/nasreddin-clever-man.html' title='NASREDDIN THE CLEVER MAN'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/R6kY14YHFmI/AAAAAAAAADU/ILHGFN_tfsk/s72-c/ntcm.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-4772578093059677529</id><published>2008-01-27T17:37:00.000-08:00</published><updated>2008-01-28T01:22:24.613-08:00</updated><title type='text'>27 JANUARI 2008  pukul 13:10</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/R52dloYHFgI/AAAAAAAAACk/-fy7alAAJFI/s1600-h/p_suharto.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/R52dloYHFgI/AAAAAAAAACk/-fy7alAAJFI/s320/p_suharto.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160454017855723010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Soeharto&lt;/span&gt;, mantan Presiden Republik Indonesia ke -2, wafat dalam usia 87 tahun (1921-2008). Semoga Allah SWT menerima amalnya, menghapus kesalahannya dan dimasukkan di tempat yang semestinya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Amin.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-4772578093059677529?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/4772578093059677529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=4772578093059677529&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/4772578093059677529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/4772578093059677529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2008/01/27-januari-2008-pukul-1310.html' title='27 JANUARI 2008  pukul 13:10'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/R52dloYHFgI/AAAAAAAAACk/-fy7alAAJFI/s72-c/p_suharto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-1458815620897585237</id><published>2008-01-10T05:18:00.000-08:00</published><updated>2008-01-12T05:07:25.305-08:00</updated><title type='text'>IN MEMORIUM: MEDIA MASSA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat Tahun Baru 1429 Hijrah.  &lt;/span&gt;Kalimat ini masih asing terucapkan masyarakat kita di Indonesia. Ironis memang. Padahal, kita seringkali membanggakan umat Islam yang hampir mencapai 90% dari populasi penduduknya ini. Sebuah kejumawaan yang nyaris tanpa makna. Perasaan bangga ini bukan lahir dari kesadaran sejarah dan kemantapan iman. Ia muncul dari kegelapan malam  dan datang secara mengendap-endap akibat rasa inferioritas (rendah diri alias minder)  umat kita atas peradaban dunia kontemporer (baca: budaya Barat) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya Barat --  awas, jangan dicampuradukkan dengan ilmu &amp;amp; teknologi  yang sejatinya netral --  adalah sebuah Penjajahan jilid II. Sukarno dulu menamakannya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nekolim&lt;/span&gt; (neo kolonialisme &amp;amp; imperialisme), di jaman sekarang kita sering sebut sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;neo liberalisasi&lt;/span&gt;.  Budaya ini sering berkamuflase sebagai modernisasi.  Bagai virus HIV, ia menyuntikkan racun-racun berupa: tata nilai yang amburadul, gaya hidup hedonis, konsumtivisme yang memabukkan dan menciptakan ilusi-ilusi kosmetika tentang kebahagian  manusia di dalam dunia materialistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan tapi pasti racun-racun tersebut menjalar ke dalam budaya kita dan mengalami amplifikasi yang teramat dahsyat melalui sebuah instrumen yang memiliki penetrasi yang luar biasa ke dalam benak dan alam pikiran manusia. Alat itu bernama: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Media Massa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Media cetak&lt;/span&gt; (koran, majalah dan tabloid) mengantarkan budaya Barat dalam tataran kognisi (kesadaran dan pengetahuan baru). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Radi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;o&lt;/span&gt; membisikkan kita pada pola verbal kita dalam sebuah konformitas dan trend. Sedangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Televisi&lt;/span&gt; perannya&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt; tetap sebagai Guru Besar yang menentukan opini, kebahagiaan,  selera dan kepribadian kita di masa kini dan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, Media Massa nyaris tanpa terkontrol perangainya. Teori Komunikasi Massa tentang konsep &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Filter&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gatekeeper &lt;/span&gt;tidak laku di negara Pancasila ini. Hanya mungkin FPI saja yang pernah sekali-dua kali berperan. Tapi ternyata 'rating' mereka kurang baik, maka sayup-sayup menghilang lagi. Maka wajar di surat kabar, mudah kita temukan iklan tentang pelet, susuk, pesugihan, pemburu hantu, layanan seks online, bahkan transfer janin. Di televisi ada gosip2 sampah, tayangan kriminalitas, haus darah, seks dan sinetron-sinetron melodrama rombengan yang isi skenarionya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;naudzubillah min dzalik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah wajah Media Massa kita. Memang, dengan sangat mudah bisa saja ada yang bilang: "Kalau nggak suka acaranya, ya ganti saluran aja.." Mereka ini makhluk-makhluk aneh. Jika ada seseorang seorang wanita cantik yang berkeliaran di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mall&lt;/span&gt; dengan bertelanjang badan, apakah kita akan bilang: "Kalau nggak suka melihatnya, ya buang muka aja". Jadi siapa yang gila sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin lama keadaan jiwa kita yang kering-kerontang akan semakin tanpa nyawa. Janganlah kita abaikan ini semua. Jika tidak, pada akhirnya kita hanya bisa bernostalgia bahwa di masa lalu pernah ada tayangan-tayangan bermutu. Ini bukan mimpi sekejap, tapi kita memang dalam keadaan sakit keras. Jika kita tidak berjuang sendiri maka tak akan ada jaminan selamat. Memberontaklah!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-1458815620897585237?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/1458815620897585237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=1458815620897585237&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/1458815620897585237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/1458815620897585237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2008/01/in-memorium-media-massa.html' title='IN MEMORIUM: MEDIA MASSA'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-2297445457175367909</id><published>2007-12-30T06:25:00.000-08:00</published><updated>2007-12-30T07:42:06.793-08:00</updated><title type='text'>KALEIDOSKOP 2007</title><content type='html'>Sebelumnya, walaupun agak terlambat, ijinkan penulis mengucapkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat Iedul Adha. &lt;/span&gt;Semoga ritual pengorbanan umat Islam - di saat Hari Raya Kurban maupun di luar itu - diridhai Allah SWT.  Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya kalender Masehi tetap jadi acuan kita selama peradaban dunia masih dalam genggaman Barat. Mau bukti? Coba saja bandingkan antara selebrasi Tahun Baru Masehi dengan Tahun Baru Islam (Hijrah). Bagaimana bangsa kita ini menyikapi keduanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika begitu kenyataannya, marilah kita berikan kontemplasi sedikit tentang tahun 2007 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir 2007 ini ditutup dengan episiode memilukan di Pakistan: Benazhir Bhutto terbunuh. Penulis mencium konspirasi busuk di balik peristiwa ini. Yang menjadi pertanyaan, siapa yang menjadi dalangnya. Ki Mantebkah? atau Sujiwo Tedjo? Ah, dalam level ini paling-paling kita bisanya cuma utak-atik gatuk belaka. Saya cuma berharap jangan sampai ada lagi orang muslim yang terbunuh secara mengenaskan macam begini. Rasa kemanusiaan kita tercabik-cabik.  Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, bencana alam tetap menjadi primadona judul-judul berita di media massa. Esbamyud sering pula berkunjung ke lokasi-lokasi bencana. Bahkan beliau pernah menginap lama di Kraton Yogya, untuk mengambil alih tangan komando dari pemerintah lokal.&lt;br /&gt;Sumatera berkali-kali diguncang gempa. Begitu juga dengan Jawa. Jakarta terkena rob (banjir  air pasang) Kalimantan kebanjiran. Longsor dan meluapnya sungai Bengawan Solo menutup jumpa kita di tahun 2007 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Politik&lt;/span&gt; sibuk dengan Pilkada. Ada nada-nada sumbang tentang pesta demokrasi regional ini. Memang jika dihitung-hitung, Pilkada macam begini berat di ongkos (baik finansial maupun politik). Perlu ada peraturan integral guna mengatasi masalah ini. Salah satu solusi kreatif, mungkin dengan cara Pilkada yang diselenggarakan serentak dan sama waktunya dengan Pemilu. Tapi, percuma jika wacana ini tidak dibicarakan dalam level yang lebih tinggi. Saya juga heran kemana gerangan geliat Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) kita? Mengapa petinggi-petingginya tidak kunjung-kunjung berinisiatif menyelenggarakan Sidang ? Apakah Tuan Hidayat Nurwahid dkk&lt;span style="font-style: italic;"&gt; job desk&lt;/span&gt;-nya sekarang cuma gunting pita, buka SU MPR, melantik Presiden dan Wapres dan bikin Amandemen (yang kebablasan) lagi. Apakah benar dugaan para pengamat, bahwa amandemen ke-4 UUD '45 yang lalu adalah upaya penggembosan, bahkan pengebirian atas peran MPR. Apa MPR sudah amat puas dengan keadaan rakyat saat ini. Ingatlah, demi Allah, kalian dilantik dengan kitab suci untuk mengadakan permusyawaratan atas nama rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ekonomi&lt;/span&gt; menurut versi pemerintah (sumber dari Badan Pusat Statistika [BPS]) angka kemiskinan sudah turun secara signifikan. Sekarang orang miskin 'hanya' 16 persen (sekitar 40 jutaan orang miskin. Banyak juga loh). Menurut Bank Dunia (seperti dikutip Wiranto) 49 persen orang masih tergolong miskin (jika dikalkulasi 100 juta lebih orang miskin. Wow!). Mengapa ada beda begini? Karena adanya ketidaktransparanan pihak pemerintah dalam menggunakan metodologi dan parameter yang menentukan bagaimana seseorang itu dianggap miskin. BPS ibarat hanya berkata "angka itu benar karena memang harus benar". Lain lagi kata Bappenas: kita ikut ukuran MDG: 1$ perhari perkepala= 16 persen. Orang-orang pintar di Bappenas ini lupa, bahwa MDG biasanya mengurusi negara-negara 'miskin absolut' macam Afrika. Apa kita sudah masuk level Afrika dalam kemiskinan?&lt;br /&gt;Saya pribadi setuju ukuran miskin dengan versi Bank Dunia, yakni 2$ perhari perkepala. Bagaimana BPS, buka dong primbon sampeyan.. Sumber orang dalam di BPS mengatakan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;off the record&lt;/span&gt; ya..) pengukuran dilakukan dengan mengukur berapa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kalori&lt;/span&gt; yang cukup bagi seseorang untuk memenuhi kebutuhan badannya. Menurut ukuran internasional pengukuran ini bisa diterima. Tapi konversinya adalah 1 orang = 2200 kalori/hari. Yang menjadi pertanyaan besar: Berapa kalorikah yang diukur oleh BPS? Tampaknya kita harus menunggu Godot dulu baru bisa terima jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lain-lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Indonesia peringkat keempat SEA GAMES (hore..?)&lt;br /&gt;- Ada acara di Bali membicarakan Pemanasan Global. Isu ini akan pertanda baik bagi Indonesia kelak. Kita tunggu saja tanggal mainnya.&lt;br /&gt;- Nagabonar 2 menang FFI: Apa kata Dunia???&lt;br /&gt;- Fauzi Bowo jadi Gubernur DKI pertama yang berkumis. Foke...Ok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-2297445457175367909?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/2297445457175367909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=2297445457175367909&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/2297445457175367909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/2297445457175367909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2007/12/kaleidoskop-2007.html' title='KALEIDOSKOP 2007'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-5287016717457781543</id><published>2007-10-21T05:19:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T07:50:02.956-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ini'/><title type='text'>MEMASYARAKATKAN SETAN (DAN MENYETANKAN MASYARAKAT)</title><content type='html'>Setelah hampir sebulan penuh menahan hawa nafsu, menyingkirkan keduniaan, menjauhkan diri dari bujuk rayu setan, maka hari kemenangan pun tiba. Kita merayakannya dengan penuh sukacita , bersilaturahmi ke sanak keluarga sambil bermaaf-maafan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita mahfum bersama, tidak hanya manusia saja yang bersuka cita. Malaikat pun berdoa untuk keselamatan kita. Alam semesta raya pun menyirami berkahnya. Akan tetapi, mungkin ini agak kebablasan, ternyata di Indonesia fenomena Lebaran ini ditunggangi pula oleh gerombolan setan dan konco-konconya untuk berpesta ria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuntilanak, Pocong, Sundel Bolong, Jelangkung, Lawang Sewu menghiasi bioskop-bioskop ternama di kota-kota besar kita. Belum lagi film-film horor yang masih akan siap tampil selanjutnya (mungkin ada waiting list-nya juga ya..). Setelah di bulan Ramadhan lalu setan-setan dikerangkeng, maka inilah saatnya gerombolan setan ini untuk menunjukkan jatidirinya secara jantan sambil berteriak ala Julius Caesar: &lt;em&gt;Veni, Vidi, Vici&lt;/em&gt;! (terj. bebas: Saya datang, saya ditonton, saya menang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung saja para genderuwo, kuntilanak dan pocong-pocong ini makhluk yang tak terlalu komersil. Jika tidak, harusnya mereka ini menuntut royalti atas pencatutan nama dan karakter yang ada di film-film itu. Dan jika para sineas ini mangkir, maka tiba saatnya bagi para makhluk halus ini akan menuntut balas (hii serem...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena film horor bukan barang baru. Yang beda kini mungkin adalah dosisnya yang keterlaluan. Ini bukanlah masalah kreativitas sineas yang mandek, atawa &lt;em&gt;demand &lt;/em&gt;yang teramat tinggi. &lt;em&gt;It's a piece of plastic. &lt;/em&gt;Cuma urusan bisnis aja (baca: fulus). Jika mau jujur, sebenarnya apapun film yang tampil di masa Lebaran tetap akan dikunjungi banyak orang. Ingat fenomena film Warkop di saat perfilman mati suri, mereka hanya 2 kali produksi film tiap tahunnya (lebaran dan tahun baru). Film-filmnya tetap ditonton banyak orang selama puluhan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film adalah anggota keluarga komunikasi massa. Film bukan ditonton untuk kalangan orang kaya, pejabat tinggi, atau kalangan rohaniwan saja. Karena ditujukan bagi khalayak banyak inilah, haruslah secara otomatis terpatri di dalam pundak kaum sineas kita wujud tanggung jawab sosial. Untuk apa sebuah film disebarkan, apa pesan di dalamnya dan apa hikmah yang boleh diambil. Janganlah para kreatif-kreatif film ini terjebak pada slogan-slogan bombastis tapi kampungan, seperti: &lt;em&gt;Seni untuk Seni, Seni untuk Kebebasan atau Seni untuk Rakyat&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era kini adalah perdagangan bebas. Hanya ada satu slogan: Uang adalah Panglima. Segalanya jadi komoditi. Mulai dari setan, gosip, kriminalitas, politik, agama, seks, perzinaan, kawin-cerai, poligami, wanita , bocah-bocah ingusan dan masih banyak lagi. Tinggal dipilih mana trend yang sedang &lt;em&gt;in&lt;/em&gt;. Apakah ini salahnya uang? Tentu tidak. Uang tetaplah tidak ada agamanya. &lt;em&gt;The man behind the scene&lt;/em&gt; inilah yang harus dimintai tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis tak pernah membayangkan suatu wajah dunia tanpa cela. Justru ketidaksempurnaan selalu menjadikan bumi ini penuh warna. Tapi penyimpangan-penyimpangan yang telanjang haruslah diluruskan. Kalau perlu pakailah sekali-kali pedang tajam yang terhunus. Siapa yang yang mampu menggunakan itu? Tentu saja bukan FPI. Bukan pula para cerdik-cendikiawan yang hanya punya lidah tak bertulang. Pemerintah adalah pengemban otoritas &lt;em&gt;amar makruf nahi munkar&lt;/em&gt; di dalam lingkup kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Di tangan mereka itu nasib kita para rakyat jelata dipertaruhkan. Jangan malah ikut-ikutan penonton bioskop, ketakutan setengah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan-setan jangan dibiarkan berkeliaran. Apalagi disosialisasikan. SATAN IS NOT FOR SALE.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-5287016717457781543?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/5287016717457781543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=5287016717457781543&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/5287016717457781543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/5287016717457781543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2007/10/memasyarakatkan-setan-dan-menyetankan.html' title='MEMASYARAKATKAN SETAN (DAN MENYETANKAN MASYARAKAT)'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-954253107614732149</id><published>2007-10-13T20:53:00.000-07:00</published><updated>2007-10-13T22:29:11.358-07:00</updated><title type='text'>SELAMAT IDUL FITRI 1428 HIJRAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;FAJAR 1 SYAWAL&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Gerbang keampunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Bukalah.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Ya Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Cahaya cinta-Mu&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Karunia..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Karuniakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Langit amat cerah dan biru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Gemerlap dengan nur cinta-Mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Semoga pada hari ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kami lahir fitri kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;(Taufik Ismail)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;TAQABALALLAHU MINA WA MINKUM&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;MINAL AIDIN WAL FAIDZIN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-954253107614732149?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/954253107614732149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=954253107614732149&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/954253107614732149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/954253107614732149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2007/10/selamat-idul-fitri-1428-hijrah.html' title='SELAMAT IDUL FITRI 1428 HIJRAH'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-3770620549635993538</id><published>2007-10-01T07:09:00.000-07:00</published><updated>2007-10-01T15:52:34.599-07:00</updated><title type='text'>STUCK IN A MOMENT (YOU CAN'T GET OUT OF)</title><content type='html'>Dalam setiap kehidupan ini, adakalanya kenyataan tak sesuai dengan harapan. Begitu juga dengan nasib seseorang, tak bisa ditebak-tebak kemana arahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang demikian tertib sekali mengatur hidupnya yang sehat dengan berolahraga teratur, mengkonsumsi makanan yang 4 sehat 5 sempurna dan menghabiskan waktunya dengan berpikir positif, eh.. ternyata dia sekarang malah teronggok di salah satu sudut ruang ICU Rumah Sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga seorang suami yang demikian baiknya, jujur, setia, alim, bertanggung jawab, begitu perhatian terhadap anak-anaknya dan tak lupa amat cintanya dengan sang istri, akan tetapi malah ditimpa kemalangan dengan ditinggal begitu saja oleh isteri dan anak-anaknya dan kini hidup layaknya seperti membujang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula kisah sedih orang-orang &lt;em&gt;innocent &lt;/em&gt;yang ditinggal pergi oleh sesuatu yang amat ia cintai, baik akibat bencana alam, kecelakaan maupun tragedi-tragedi lainnya. Inilah suatu tanda bahwa kita tak bisa selalu menatap masa depan dengan kaca mata kuda semata-mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang ahli jiwa, keadaan ini namanya &lt;em&gt;Rem Angin&lt;/em&gt;. Kalo ungkapan Bono Fox, vokalis U2 dari Irlandia, lain lagi: &lt;em&gt;Now you're stuck in a moment, and you can't get out of it&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda istilah tapi sama dalam makna. &lt;em&gt;Rem angin &lt;/em&gt;ibarat kita sedang asyik memacu sepeda kumbang yang terbang dengan kecepatan maksimum, tiba-tiba tampak di depan kita tembok menghalangi jalan kita. Dalam keadaan darurat, kita menekan rem sekencang-kencangnya. Alangkah sialnya, yang kita tekan itu ternyata rem angin. &lt;em&gt;Stuck in a moment, you can't get out of&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmahnya? Pada suatu momen tertentu, di saat kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk melakukan yang optimal, akan tetapi pada akhirnya menunjukkan hasil yang mengecewakan, janganlah berkecil hati. Walaupun manusia-manusia itu terkadang hanya senang melihat waktu kita berhasil saja (kalo melarat jarang ada orang yang mau mengerubungi Anda bukan?) , akan tetapi tidaklah demikian dengan Pencipta kita, Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari apa yang &lt;u&gt;diusahakannya&lt;/u&gt; dan ia mendapat siksa dari apa yang dikerjakannya. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(QS Al-Baqarah [2]:286)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika begitu bagaimana kita bisa mampu meloloskan diri dari keadaan &lt;em&gt;Stuck&lt;/em&gt; tadi? Tidak ada, kecuali bertawakal saja pada Allah. Jika Anda berontak terus-menerus sewaktu terbawa gelombang di tepi pantai, maka justru nyawa Anda akan melayang. Jika Anda mengikuti arus gelombang yang datang ke tepian, bukankah Anda akan selamat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dua bait terakhir dalam lagu U2 tadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;It's just a moment&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;This time will pass&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-3770620549635993538?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/3770620549635993538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=3770620549635993538&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/3770620549635993538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/3770620549635993538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2007/10/stuck-in-moment-you-cant-get-out-of.html' title='STUCK IN A MOMENT (YOU CAN&apos;T GET OUT OF)'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-3201292131801136965</id><published>2007-09-20T07:47:00.000-07:00</published><updated>2007-09-20T08:23:24.469-07:00</updated><title type='text'>TAKJIL</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Senja-senja yang cemerlang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Lentera-lentera benderang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Burung-burung terbang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Lantunan quran nan syahdu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Getar-getar adzan mengharu-biru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Suara-suara hati kami yang merindu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Ya Ilahi Robbi..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Dosa-dosa ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Mohon Engkau ampuni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Sekali lagi..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#666666;"&gt;(Masjid At-Tiin, 8 Ramadhan 1428 Hijrah)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-3201292131801136965?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/3201292131801136965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=3201292131801136965&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/3201292131801136965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/3201292131801136965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2007/09/takjil.html' title='TAKJIL'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-6120129944247556697</id><published>2007-09-13T02:45:00.000-07:00</published><updated>2007-09-30T02:11:06.886-07:00</updated><title type='text'>IHTISAB</title><content type='html'>&lt;em&gt;Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan ihtisab, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.&lt;/em&gt; (HR. Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARHABAN RAMADHAN. Alhamdulillah. Bulan penuh berkah itu telah datang. Di sinilah Allah menampakkan kasih sayangnya yang tak pernah kering-keringnya itu. Bulan penuh cinta, ampunan dan lindungan Ilahi. Semoga kita dapat mengisinya dengan penuh rasa syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis yang popular di bulan Ramadhan tadi dikeluarkan oleh Imam Bukhari dam Imam Muslim. Demikian akrabnya, sampai-sampai dijadikan salah satu &lt;em&gt;copy &lt;/em&gt;dalam iklan sepeda motor dan minuman berenergi menjelang buka puasa. Bahasa Arabnya kira-kira bunyinya begini:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Man shoma romadhona imaanan wahtisaban, ghufirolahu maa taqodama min dzambih&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pada segmen kali ini, penulis bukanlah mencoba untuk menafsirkan hadis. Penulis merasa belum punya ilmu yang mumpuni untuk itu. Saya hanya mengupas bagian permukaan mengenai apa itu &lt;em&gt;ihtisab&lt;/em&gt; dalam kalimat &lt;em&gt;wahtisaban &lt;/em&gt;tadi. Banyak ustadz/kyai/mubaligh yang sering mengartikan "niat yang tulus semata-mata karena Allah" atau "berharap pahala". Namun, kedua makna ini tidaklah tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ihtisab adalah niat tulus atau berharap pahala, mengapa justru ada pula peringatan Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Berapa banyak orang berpuasa tetapi tidak mendapat manfaat apa-apa dari puasanya kecuali hanyalah lapar dan dahaga&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;(HR.Ibn Majah, Ad-Darimi, dan yang selain mereka dengan sanad yang sahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihtisab menurut keyakinan penulis lebih cenderung kepada pengertian "hisab" yang artinya "perhitungan" atau "berhitung". Kita jadi teringat kata mutiara dari Hadrat Umar ra:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Berhitunglah kepada dirimu sendiri sebelum kamu nanti dihitung di hari kemudian&lt;/em&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita beriman dengan hari akhirat, maka kita pun wajib percaya akan adanya &lt;em&gt;yaumul hisab, &lt;/em&gt;hari perhitungan. Di saat itu Allah bukakan kitab amal perbuatan manusia selama hidup di dunia, semuanya -- baik, buruk, manfaat, mudharat -- sampai sekecil-kecilnya. Di hari itulah tampak wajah pucat-pasi orang-orang yang bergelimang dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada di dalamnya. Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun" &lt;/em&gt;(QS Al Kahfi [18]:49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah akan menegakkan neraca (mizan) dengan seadil-adilnya. Bedanya, yang ditimbang bukanlah neraca keuangan, melainkan neraca perbuatan baik dan buruk manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika hanya seberat biji dzarrah pun, pasti Kami mendatangkan nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.&lt;/em&gt; (QS Al Anbiya [21]:47)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sewajarnya, jika sedini mungkin kita mempersiapkan diri akan datang hari hisab dengan menghitung diri kita pula sebagaimana anjuran Umar ibn Khattab ra. Belajarlah jadi akuntan bagi diri kita sendiri di dunia ini. Kita pun mulailah dari sekarang merancang daftar "aset dan liabilitas" amal kita, menyusun "untung dan rugi" perkataan, tindak-tanduk dan perangai kita sehari-hari. Hasilnya "hitung-hitungan" ini bisa kita catat semua ini dalam buku besar diri kita pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hasilnya nanti? Apakah diri kita dapat predikat "Wajar Tanpa Syarat" (WTS), atau malah divonis "Default" dan akhirnya nama kita masuk ke dalam "Daftar Orang Tercela" (DOT). Atau bagaimana... Itu terserah Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al-Quran juga terdapat ayat yang intinya adalah anjuran Allah SWT agar manusia senantiasa melakukan ihtisab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (&lt;/em&gt;QS Al-Haysr [59]: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan tentu saja berarti melihat dengan seksama dan penuh perhitungan seraya bertanya, "Apa sudah cukup bekal-bekal kita punya untuk menuju hari akhirat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum Ramadhan ini adalah saat tepat untuk "berhitung". Mungkin bisa dimulai dengan mencatat setiap harinya kita shalat wajib berjamaah, shalat sunat, tarawih, tadarus dan bersedekah. Anda bisa juga tambahkan datanya secara kreatif tentang amaliah negatif yang (seharusnya) bisa kita hindari di bulan ini seperti: berdusta, ingkar janji, berkhianat, bergunjing, marah, berkata kotor, perbuatan keji dsb. Wah, nampaknya ini agak sulit. Memang.. tapi yang terpenting Anda sudah berusaha untuk jujur pada diri sendiri. Kenapa tidak dicoba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga di bulan suci ini kita termasuk orang-orang yang diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Caranya? Ihtisablah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-6120129944247556697?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/6120129944247556697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=6120129944247556697&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/6120129944247556697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/6120129944247556697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2007/09/ihtisab.html' title='IHTISAB'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-515368300526732262</id><published>2007-09-06T05:13:00.000-07:00</published><updated>2007-09-30T01:56:23.461-07:00</updated><title type='text'>IRONI ANTARA CITRA DAN REALITA</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ironi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironi adalah ketidaksesuaian antara apa yang ditampilkan dengan arti yang sebenarnya. Kadangkala ironi digunakan sebahagian orang sebagai solusi kreatif untuk dapat melepaskan diri dari rintangan-rintangan objektif yang datang menghadang. Kita ambil contoh iklan rokok. Dalam etika, tata cara/krama atau semacamnya banyak aturan-aturan dari penyelenggara Negara yang membatasi cara menampilkan iklan rokok. Misalnya, tidak boleh menampilkan model anak di bawah umur, dilarang menampilkan gambar orang merokok, foto produk dan bahkan diakhir pesan komersialnya wajib diisi dengan peringatan pemerintah tentang bahaya rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dengan sudut pandang rezim perdagangan bebas, aturan ini beraroma diskriminasi. Mengapa hanya rokok? Apa dosa besar yang dilakukan perusahaan rokok terhadap bangsa dan negara ini. Bukankah justru mereka penyumbang pajak yang &lt;em&gt;relevan&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;signifikan&lt;/em&gt; (sori Pak Jarwo Kuat, ngutip dikit..) Mengapa demikian "galaknya" negara dalam mengebiri promosi rokok ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun alasannya, kita pasti akan tidak puas, sebagaimana kredo komunikasi massa "&lt;em&gt;we cannot satisfied all the people all the time&lt;/em&gt;". Mungkin jawaban yang paling tepat adalah "Ah.. di negara mbahnya Kapitalis juga diperlakukan begitu, masak di negara Pancasilais ini kita ngga melakukan hal yang serupa? (bisa ditambah dengan ucapan keponakan saya yang masih SD: "&lt;em&gt;Gimana Negara mau maju..?"&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masalah iklan, maka tanpa harus banyak mengeluh orang-orang kreatif di dunia periklanan justru menganggap ini adalah tantangan. Bukankah kreativitas sejati itu akan datang manakala kita berada dalam situasi sulit dan &lt;em&gt;under pressure&lt;/em&gt;. Kalo ngga percaya, tanya aja ama MacGyver..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, maklumlah kita jika dalam iklan-iklan rokok kadangkala muncul bermacam ironi. Ada tayangan model iklan yang bergaya koboi, petualang sejati, pilot pesawat tempur, orang-orang aneh, sampai artis dangdut kampung pun ngga mau ketinggalan. Benar-benar ironi, tapi memang kreativitasnya perlu diacungi dua jempol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Antara Citra dan Realita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia kontemporer memang telah berubah wajah. Jika ditilik secara lebih mendalam, media massa adalah suatu instrumen yang telah mengambil peran yang amat penting. Bahkan ada yang beranggapan media massa -- &lt;em&gt;wa bil khusus&lt;/em&gt; Televisi-- adalah &lt;em&gt;the invinsible parents, &lt;/em&gt;yaitu semacam makhluk halus yang bergentayangan di rumah dan menggantikan peran orangtua dalam mendidik anak. Tapi cara TV mendidik tidaklah seperti lazimnya guru dengan murid. Sesuai statusnya yang &lt;em&gt;invinsible&lt;/em&gt;, dia ibarat arwah yang muncul dari Kotak TV dan sedikit demi sedikit memasuki alam bawah sadar pemirsanya. Keadaan mereka mirip orang kerasukan setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya penguasaan atas media massa ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Wahai para calon-calon presiden, gubernur, bupati, walikota, kepala desa, kepala dusun... jika kalian ingin memenangi hati rakyat berpalinglah pada media massa ini.. Niscaya tak akan kecewa dirimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esbamyud sebagai orang yang berwawasan luas, sudah lama merancang kemenangan-kemenangan politik di media massa dalam bentuk pencitraan diri (&lt;em&gt;Image Building&lt;/em&gt;), di saat saingan-saingan beliau asyik masyhuk dalam kesibukan mereka sendiri. Dengan perlahan tapi pasti Esbamyud yang &lt;em&gt;comes from nowhere&lt;/em&gt; dapat memenangi hati rakyat (walaupun temporer, yang penting kan hasilnya bo..). Secara mengejutkan dirinya dan partainya memperoleh dukungan luar biasa. Dan secara sempurna pula dia menuliskan lembaran sejarah dengan tinta emas, yakni dengan memenangi Pilpres 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sejarah tinggallah sejarah. Presiden kita sekarang ini makin lama dalam beberapa kesempatan makin begitu terhanyut dalam keanggunan profilnya sendiri. Atau mungkin juga dilatar belakangi pembawaan beliau yang pesolek menyebabkan Esbamyud terlalu peduli dengan gangguan stabilitas politik yang mencoba mendongkel bingkai dirinya yang telah lama utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sikap ini tidak selalu salah. Hanya saja, jika kita terlalu bermain dalam dunia kesan, maka kita selalu akan melupakan objektivitas. Dunia media massa adalah dunia citra dan kesan. Ranah bersemayamnya realitas tangan kedua yang penuh dengan manipulasi kosmetika, trik-trik kamera dan efek-efek dahsyat. Hal ini sejalan dengan konsep eksekusi dalam kreatif iklan yang wilayah kerjanya dibatasi waktu dan tempat. Harus berkesan, walaupun kita sadar bahwa apa tampak tak selalu akan sejalan dengan kenyataan. Dalam dunia media massa dan iklan, pemirsa rela dan patuh untuk dimanipulasi. Tapi di dunia nyata.. apakah sama pula penerimaan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ironinya Citra, Ironinya Realita &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika kita paham akan situasi ini, maka baru kita bisa menggeleng-gelengkan kepala menyaksikan ironinya peristiwa-peristiwa berikut ini:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Esbamyud menaikkan harga BBM subsidinya yang diperuntukkan untuk orang tidak mampu, di saat yang sama bermuculanlah wabah busung lapar dimana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Esbamyud menolak dirinya telah menerima dana DKP, di saat yang sama nasib para "korban banjir di perairan lumpur Lapindo" makin lama makin tak menentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Esbamyud melaporkan ke polisi SM yang telah menuduh dirinya telah menikah sebelum masuk Akabri, di saat yang sama pemerintah mendorong konversi minyak tanah ke gas elpiji yang menyebabkan antrian panjang rakyat pelanggan minyak tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Esbamyud mengeluarkan UU yang membolehkan pengelola jalan tol menyesuaikan tarifnya dua tahun sekali, di saat yang sama pengguna kendaraan yang amat marah di ruas-ruas jalan JORR mencaki-maki pegawai pintu tol sampai pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, apabila ini cuma gaya eksekusi iklan belaka, mungkin amat kreatif. Sayangnya ini bukan khayalan, bukan &lt;em&gt;reality show&lt;/em&gt; pula. Inilah ironi, inilah citra, inilah realita. Dan ironi antara citra dan realita ibarat memutar perlahan-lahan jempol tangan seseorang dari posisi atas ke bawah. Cepat pula kita mengerti bahwa itu adalah makna simbolik dari kata-kata "MATILAH KAU!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-515368300526732262?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/515368300526732262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=515368300526732262&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/515368300526732262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/515368300526732262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2007/09/ironi-dalam-citra-dan-realita.html' title='IRONI ANTARA CITRA DAN REALITA'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-6278882740859472277</id><published>2007-09-02T06:15:00.001-07:00</published><updated>2007-09-20T08:26:07.253-07:00</updated><title type='text'>MENUJU BANK ISLAM YANG MERAKYAT</title><content type='html'>“&lt;em&gt;supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.&lt;/em&gt;” (QS. Al Hasyr [59]:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kenisyaaan fenomena bermuculannya Bank-Bank Islam atau lebih akrab kita dengan dengan “Bank Syariah”, merupakan angin segar di antara kering-kerontangnya terobosan pemikiran umat Islam di lapangan ekonomi. Maraknya bank-bank konvensional yang berdifferensiasi atau mengkonversikan institusinya sesuai dengan konsep syariah juga kita sambut dengan rasa syukur dan berbahagia. Akan tetapi, pekerjaan rumah umat Islam tidaklah berhenti sampai di sini. Ada persoalan berat berikutnya yang perlu diemban oleh kita semua, yakni: Apakah dengan banyak bermunculanya bank-bank konvensional yang “hijrah” dan kini berstempel “syariah” sudah mampu diantisipasi oleh institusi dalam manajemen perbankan mereka? Apakah benar-benar pengelolanya memahami tentang konsep Bank Islam yang sesungguhnya? Di lain pihak, maraknya “label-label syariah” dewasa ini pada kosa kata lembaga-lembaga keuangan Islam sudah diletakkan sebagaimana mestinya? Apakah ini hanya sekedar “&lt;em&gt;image buiding&lt;/em&gt;”, komoditas atau bahkan “asset” bagi perbankan syariah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bank Konvensional &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan Bank-Bank Konvensional, jika kita telaah lebih mendalam maka akan kita temukan kenyataan bahwa filsafat yang mendasari pemikiran dari “bank dengan bunga” ini tidak lain adalah pragmatisme.&lt;br /&gt;Ada beberapa pokok pemikiran dari filsafat pragmatisme ini, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menolak Azas doktrin/ agama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merupakan filsafat tindakan (what to do, bukan what to think).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asasnya manfaat dan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Jika ditinjau dari karakteristik falsafah diatas, maka filsafat pragmatisme tak ubahnya -- mengutip Bertrand Russel -- sebagai filsafatnya pedagang. Ini dapat dipahami dari pernyataan John Dewey: manusia pada dasarnya sebuah perusahaan yang membuat rencana dan melaksanakannya. Pemikiran hanya merupakan cara untuk memperpanjang kehidupan.&lt;br /&gt;Apabila membangun peradaban manusia dengan semangat dagang seperti diatas, maka kedudukan mulia manusia sebenarnya telah jatuh ke dalam “hutan belantara” dimana slogannya yang popular adalah dari Charles Darwin “siapa kuat dia dapat bertahan” (&lt;em&gt;the survival of the fittest&lt;/em&gt;). Masyarakat yang benar-benar materialistis sebagaimana yang kita lihat di dunia barat dewasa ini. Nilai-nilai kehidupan spiritual dan moral mereka telah hilang ditelan jaman. Datanglah kemudian badai individualisme, konsumerisme dan masih banyak lagi ide-ide komersial lainnya. Melaui promosi iklan yang bertubi-tubi di media massa, manusia di masa ini menjadi mudah menciptakan kebutuhan artisfisial dan mereka berupaya keras di dalam hidupnya untuk dapat mencapainya. Mungkin beruntung bagi orang yang berhasil meraih kebutuhan semu ini, tetapi tidaklah sama nasibnya dengan orang yang gagal. Akibat atmosfer yang sesak dengan persaingan di lapangan keduniaan, pada gilirannya timbullah kerenggangan dalam hubungan antar manusia. Muncul orang-orang yang frustasi dan kecewa hidupnya. Banyak pula yang mencari katarsis (pengalih perhatian) dengan terbenam dalam berbagai penyakit sosial, dan menjadi pengikut partai “&lt;em&gt;foules solitaires&lt;/em&gt;”, yakni orang-orang yang banyak jumlahnya tetapi merasa kesepian. Suatu umat yang yang tidak memiliki tujuan dan tak memiliki rasa cinta. Ini adalah kenyataan pahit dunia materialistis yang masih dapat kita rasakan hingga saat ini.&lt;br /&gt;Perlu diketahui, bahwa yang menjadi asas kekuasaan di dalam rezim perdagangan bebas saat ini adalah kekuatan uang. Semakin kuat finansialnya, maka akan semakin mudah seseorang mendapatkan uang lebih banyak lagi. Bank konvensional adalah salah satu institusi menjadi salah satu pendukung dari &lt;em&gt;mainstream&lt;/em&gt; kapitalis ini. Apabila institusi-institusi keuangan konvensional mengkonversi unit usahanya dengan sistem syariah, maka perlu dipertanyakan lagi, “Apakah para pengelolanya di dalam unit usaha Islam ini telah paham betul perbedaan bank konvensional dengan bank Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bank Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan antara Bank Konvensional dan Bank Islam adalah perbedaan yang bersifat fundamental. Jika kita bandingkan secara dialektis dengan perspektif pragmatis yang menjadi dasar pijakan dari bank berbasis konvensional, maka Bank Islam memiliki karakteristik yang unik, yakni:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menerima nilai positif yang bersumberkan syariat, moral dan etika sesuai tuntunan Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merupakan falsafah keseimbangan (tawazun), antara what to do dengan what to think, antara urusan dunia dan akhirat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asasnya adalah Ketuhanan dan Kemanusiaan (hablum minallah dan hablum minan nas).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Di salah satu ayat dalam Al-Quran terungkap secara mengesankan suatu kehadiran institusi perbankan sebagai upayanya dalam memperbaiki keadaan ekonomi umat. Firman Allah SWT tersebut berbunyi sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at . Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim&lt;/em&gt;.” (QS. Al-Baqarah [2]:254)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dijelaskan dalam tafsir, arti syafa’at ayat di atas bukanlah dalam konteks di hari akhirat, melainkan dalam urusan keduniaan. Syafa’at disini bermakna: suatu perantaraan antara manusia dengan manusia lainnya dalam usahanya dalam mencapai kebaikan (Lihat Terjemahan Al-Quran versi Departemen Agama RI). Allah SWT, sesuai firman di atas, memberikan perintah kepada kita orang beriman untuk mengeluarkan harta melalui dua jalan:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jual beli (Perniagaan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syafaat.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Transaksi jual beli atau perniagaan beberapa kali disebutkan dalam Al-Quran. Tentu saja yang paling terngiang-ngiang dalam benak kita adalah peringatan keras Allah SWT untuk membedakan anatara transaksi jual beli dengan transaksi ribawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran penyakit gila . Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata , sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti, maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu; dan urusannya kepada Allah. Orang yang kembali, maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya&lt;/em&gt;” (QS. Al Baqarah [2]:275)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan dalam Islam demikian tegas memisahkannya jual beli dengan riba. Ini adalah sebuah early warning bagi umat Islam agar senantiasa berhati-hati dan berpikir ulang lagi jika mendekati aktivitas kegiatan jual beli yang terindikasi aroma ribawi di dalamnya.&lt;br /&gt;Syafa’at seperti tadi disebutkan, adalah sebuah upaya perantaraan seseorang dengan orang lainnya untuk mencapai kebaikan bersama. Secara tersirat, Allah SWT berkehendak mengungkapkan agar perlunya wadah untuk menjembatani kegiatan jual beli. Salah satu instrumennya adalah melalui pendirian suatu lembaga pembiayaan yang berdasarkan atas kemaslahatan bersama dan sesuai dengan standar moral dan etika Islam. Inilah yang kita kenal sebagai Bank Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bank Islam sebagai Institusi Kerakyatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang memiliki identitas yang teramat teguh. Salah satu sumbangan berharga Islam bagi peradaban dunia ini adalah konsep bahwa “Tidak ada pemisahan yang mutlak (absolute distinction) antara urusan hidup di dunia dengan urusan hidup di akhirat. Ini bermakna bahwa dalam setiap urusan keduniaan pasti tidak akan terlepas dari nilai-nilai positif yang bersumber dari syariat, moral dan etika Islam. Hal ini juga sebagai pembuktian bahwa tidak ada tempat di dalam Islam bagi ide-ide sekulerisme.&lt;br /&gt;Semenjak awal sistem ekonomi Islam amat bertolak belakang dengan sistem kapitalis. Hak milik menurut Islam tidaklah mutlak (relatif), bukan milik perseorangan, kelompok atau monopoli negara, melainkan merupakan fungsi sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.&lt;/em&gt;” (QS. Al Hasyr [59]:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, Islam tetap mengakui hak milik pribadi yang diperoleh dengan kerja, warisan atau hadiah. Dan Islam lebih memprioritaskan harta yang kita dapatkan hendaknya melalui usaha dan kerja keras.&lt;br /&gt;Ekonomi Islam tidak pernah bersikap netral pada kekuatan-kekuatan yang bersaingan, seperti yang terjadi di dalam era pasar bebas sekarang ini. Ajaran-ajaran Al-Quran senantiasa mengambil keberpihakan kepada yang lemah. Orang yang dikaruniai harta yang berlimpah berkewajiban untuk membelanjakan hartanya pada tujuan yang berdasarkan asas Ketuhanan (iman) dan Kemanusiaan (amal saleh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan, sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya&lt;/em&gt;.” (QS. Ali Imran [3]:92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan&lt;/em&gt;.” (QS. Ibrahim [14]:31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan pasar dapat diterima, akan tetapi pasar harus memberi kepuasan pada kebutuhan-kebutuhan yang riil, dan cara berfungsinya harus berpedoman pada syariat, moral dan etika Islam. Prinsip ekonomi pemasaran juga hendaknya tidak bisa dibiarkan liar (&lt;em&gt;invisible hand&lt;/em&gt;). Pemasaran harus ditundukkan kepada suatu tata kelola pemerintahan yang memiliki suatu tujuan yang jauh lebih tinggi dari dasar pasar dan masyarakat, dimana Negara itu berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak oleh jual beli dari mengingati Allah, dan mendirikan sembahyang, dan membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang hati dan penglihatan menjadi goncang.” &lt;/em&gt;(QS. An Nur [24]:37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang Mental Konvensional&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Suatu tantangan berat bagi para pengelola perbankan untuk mengubah cara berpikir personilnya, apabila mereka telah lama berkecimpung dalam atmosfir konvensional. Suatu budaya yang sudah mengakar di masyarakat tidak mudah dibasmi dengan sekali pukul. Perlu didikan manusiawi setahap demi setahap sampai mereka siap mental untuk meninggalkan cara berpikir dan bertindak yang lama.&lt;br /&gt;Salah satu contoh sikap mental yang lama dan biasa kita alami adalah seperti cara beripikir yang lekat dengan alam budaya Cina, dan populer dengan sebutan falsafah anjing. Bagaimana bunyi falsafah itu?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jika ada orang yang berpakaian gembel, lusuh dan berjalan dengan lunglai, maka gonggonglah dia dengan sekencang-kencangnya. Buat dia ketakutan setengah mati. Ia cuma gelandangan yang hanya ingin mengemis!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika ada orang yang berpakaian rapih tapi berjalan kaki, berjalan sedikit gugup, maka gonggonglah juga sekeras-kerasnya. Dia itu hanyalah salesman yang ingin menawarkan barang dagangannya!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika ada orang yang berpakaian rapih, berkendaraan mobil, berjalan dengan tegap, jangan digonggong. Siapa tahu itu teman sejawat atau relasi bisnis majikanmu!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika ada orang yang berpakaian amat necis, turun dari mobil mewah dan berbadan tambun, maka angkat ekormu. Cari perhatian padanya. Moga-moga kamu dapat hadiah nanti!&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Mental konvensional seperti inilah yang masih sulit diberantas bagi orang-orang yang sudah terlalu lama bergelut di dunia perbankan ribawi. Banyak pengalaman nyata bercerita – bahkan penulis pun mengalaminya sendiri – bahwa untuk mendapatkan pinjaman uang di bank syariah ternyata harus memenuhi syarat seperti poin ke-4 atau minimal poin ke-3. Jika &lt;em&gt;performance&lt;/em&gt; Anda tidak seperti itu, maka bersiaplah untuk kecewa. Adilkah ini? Penulis di sini tidak dalam kapasitas untuk menghakimi. Lagipula, bukankah ada ungkapan indah dari William Shakespeare, “&lt;em&gt;Anjing menggonggong kafilah berlalu”&lt;/em&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menuju Bank Islam yang Merakyat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Apabila kita sepakat bahwa Bank Islam berdimensi kerakyatan, maka harus dibuktikan pula bahwa kita mampu mengubah cara berpikir paradigma bank konvensional secara radikal. Islam adalah ajaran rahmat bagi seluruh manusia. Perlu diingat, Nabi Muhammad SAW mengawali seruan dakwahnya di Makkah hanya memiliki pengikutnya mayoritas dari kalangan rakyat jelata, para miskin papa dan golongan budak. Mengapa mereka begitu cepat menerima Islam? Karena mereka demikian yakinnya akan keadilan Islam dalam mengeluarkan mereka dari lumpur kesusahan di dunia dan di akhirat. Apabila dalam kepentingan dunia kita melupakan asas kemanusiaan yang luhur dari Islam tadi, maka pada hakekatnya kita sudah menggusur salah satu pilar dari ajaran Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;Menuju Bank Islam yang merakyat, bukanlah seperti mengikuti paham &lt;em&gt;sosialisme religius&lt;/em&gt;. Islam hanya menghendaki bank yang berfungsi sebagai pihak perantara keuangan agar terbuka kesempatan bagi rakyat jelata untuk mampu – secara mandiri –mengubah nasibnya. Roda ekonomi riil pun akan segera bergulir secara dinamis. Ini adalah adalah esensi dari keadilan dan keseimbangan menurut tuntunan Islam.&lt;br /&gt;Keberpihakan ekonomi Islam terhadap kaum usahawan kecil yang belum beruntung adalah menjadi kewajiban mutlak bagi bank Islam untuk segera membantunya. Dengan demikian, dalam praktiknya di lapangan, bank-bank Islam akan lebih mengedepankan aspek human touch daripada business as usual. Penulis yakin dengan “perubahan budaya” secara mengesankan ini, bank Islam mampu memposisikan diri sebagai bank di hati umat. Pada gilirannya nanti, baru kita akan melihat bahwa tanpa menggunakan gincu yang berlebihan, tanpa promosi yang bombastis di segala lini, tanpa embel-embel “syariah” disana-sini, ajaran-ajaran mulia dari Islam itu sendiri akan tampil dengan wajah yang amat mempesona. Insya Allah. Semoga kita selalu dalam kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a’lam bishawab&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;strong&gt; Chui, Chin Ning&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;Thick Face Black Heart&lt;/em&gt;, Penerbit Gramedia, 2001, Jakarta.&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Doi, A. Rahma I&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;Penjelasan Lengkap Hukum-Hukum Allah (Syariah)&lt;/em&gt;, Rajawali Press, 2002, Jakarta.&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Garaudi, Roger&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;Janji-Janji Islam&lt;/em&gt;, Penerbit Bulan Bintang, 1985, Jakarta.&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Kasali, Rhenald&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;Change!&lt;/em&gt;, Penerbit Gramedia, 2005, Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-6278882740859472277?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/6278882740859472277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=6278882740859472277&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/6278882740859472277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/6278882740859472277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2007/09/menuju-bank-islam-yang-merakyat.html' title='MENUJU BANK ISLAM YANG MERAKYAT'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5893306442407710084.post-1592418830263952295</id><published>2007-09-01T07:41:00.000-07:00</published><updated>2007-09-01T21:53:57.740-07:00</updated><title type='text'>HUMOR</title><content type='html'>Humor itu universal. Humor juga cara ampuh menertawakan diri sendiri untuk melepaskan ketegangan yang menghimpit jiwa dalam kehidupan manusia sehari-hari. Karena itu, seorang humoris tentu seorang humanis. Simak aja kisah humor legendaris di zaman Perang Dunia II ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hitler mengunjungi sebuah rumah sakit jiwa. Begitu melihat Hitler, serentak para pasien memberinya salam: berdiri tegak seraya mengangkat tangan lurus ke muka, lantas berteriak lantang "Heil Hitler!" (Hidup Hitler). Saat ia melewati barisan tampak beberapa orang pria tak memberinya hormat. Hitler kemudian menghardik, “Mengapa kamu tidak memberi hormat seperti yang lain?” Dengan sedikit ketakutan, salah seorang dari mereka menjawab polos, "Kami di sini cuma para perawat, bukan orang gila seperti mereka..” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Hitler dalam kisah humor diatas hanyalah subjek penderita. Secara kreatif, mudah saja kita bisa ganti namanya dengan Tamerlane, Mao Tse Tung, atau bahkan Soekarno. Tergantung situasi dan kondisi yang dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau coba humor sufi ala Nasruddin Hodja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pada suatu hari Nasruddin kehilangan keledainya. Maka iapun pergi ke pasar dan mengumumkan: "Saudara-saudara! Aku baru saja kehilangan keledaiku. Barangsiapa menemukan keledaiku, aku akan memberinya hadiah dua keledai." Mendengar hal itu, orang-orang pun bertanya keheranan, "Hai Nasruddin! Yang benar saja, masak menemukan satu keledai mendapat dua keledai?" Nasruddin menjawab,"Lho masak aku berbohong. Kalian kan tidak tahu bagaimana nikmatnya hati kehilangan sesuatu."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Humor tadi memang tidak renyah jika tanpa dipahami dengan pendalaman tasawuf yang memadai. Seolah-olah Nasrudin menyindir kaum apatis sambil &lt;em&gt;nyinyir&lt;/em&gt; dengan nasibnya sendiri. Tapi itu semua diracik dengan indah. Ngga seperti komedi slapstik yang murahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau Mati Ketawa versi Rusia yang dulu pernah &lt;em&gt;best seller&lt;/em&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Suatu ketika di kota Leningraad seorang pemuda berteriak: "Kruschev babi!"&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pemuda itu kemudian diringkus, diadili dan divonis 21 tahun penjara. Satu tahun karena alasan penghinaan, dan dua puluh tahun karena membocorkan rahasia negara.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun selera humor Anda, selama masih bisa tersenyum membaca kisah-kisah diatas, maka Anda masih tergolong cukup berbahagia. Seperti semboyan Warkop DKI: &lt;em&gt;Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang!&lt;/em&gt; Betuul..?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5893306442407710084-1592418830263952295?l=dores-kedaikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/feeds/1592418830263952295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5893306442407710084&amp;postID=1592418830263952295&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/1592418830263952295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5893306442407710084/posts/default/1592418830263952295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dores-kedaikopi.blogspot.com/2007/09/humor.html' title='HUMOR'/><author><name>DORES PANDE M.S.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03142332854317695456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A9ELNsroBek/SOeGbRIpK2I/AAAAAAAAAGY/vS3V9E4Ffu8/S220/dores.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
